Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Sakit Hati Korban Tak Mau Lagi Berteman, Pelaku Pembunuhan Siswa SMP di Kampung Gajah Pernah Lakukan Tindakan Tak Senonoh hingga Ditinggalkan?

Laila Zakiya • Selasa, 17 Februari 2026 | 09:14 WIB

 

Sosok Zain Siswa SMPN 26 Bandung yang Jadi Korban Pembunuhan.
Sosok Zain Siswa SMPN 26 Bandung yang Jadi Korban Pembunuhan.

SOLOBALAPAN.COM - Kasus pembunuhan siswa SMP yang jasadnya ditemukan di kawasan eks Kampung Gajah Wonderland terus mengundang perhatian publik.

Fakta demi fakta yang terungkap memperlihatkan relasi rumit antara korban dan pelaku, yang diduga telah berlangsung sejak keduanya masih anak-anak.

Korban diketahui bernama Zain Ahmad Abdul Qudus (ZAAQ), siswa SMP berusia 14 tahun.

Sementara pelaku utama berinisial YA (16), dibantu rekannya AP (17).

Hubungan pertemanan yang semula dekat itu berakhir tragis setelah korban disebut ingin memutus kontak dengan pelaku.

Dugaan Perilaku Tak Senonoh Sejak Korban Masih SD

Di tengah penyelidikan polisi, muncul narasi yang beredar luas di media sosial mengenai dugaan perilaku menyimpang pelaku terhadap korban di masa lalu.

Seorang warganet mengungkapkan klaim tersebut melalui kolom komentar Instagram.

"Mohon maaf tapi ini dari pihak keluarga yang katanya.. si pelaku ini pernah ngelakuin hal gak senonoh ke pihak korban pas korban kelas 5 Sd," ungkap akun Instagram @pu***, seperti dilansir dari Instagram @infobandungraya.

Disebutkan pula bahwa pihak keluarga korban sudah mengetahui kejadian tersebut, hingga mengambil langkah untuk menjauhkan korban dari pelaku.

"Si korban beserta neneknya diancam supaya tidak melapor ke pihak berwajib.. setelah lulus nenek korban minta ayahnya pindahin alm ke bandung supaya menghindari si pelaku ini," bebernya.

Meski demikian, informasi tersebut masih belum dapat dipastikan kebenarannya dan belum menjadi bagian dari pernyataan resmi aparat kepolisian.

Baca Juga: Wajah Memar Demi Laskar Mahesa Jenar: Debut Babak Belur Rafinha Selamatkan PSIS dari Kekalahan!

Motif Sakit Hati Jadi Pemicu Pembunuhan

Polisi memastikan bahwa motif utama pembunuhan dipicu oleh rasa sakit hati pelaku setelah korban memilih mengakhiri pertemanan mereka.

Hubungan yang telah terjalin lama sejak kecil itu disebut menjadi sangat dekat, sebelum akhirnya retak.

Kapolres Cimahi Niko Nurallah Adi Putra mengungkapkan motif tersebut secara terbuka.

"Motif tersangka YA tega menghabisi korban karena sakit hati. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban memberikan pernyataan sikap bahwa ia ingin menghentikan atau memutus hubungan pertemanan dengan pelaku," ungkap AKBP Niko, Minggu (15/2).

Rasa sakit hati itu kemudian berkembang menjadi rencana pembunuhan berencana yang melibatkan satu rekan pelaku.

Eksekusi Brutal di Lokasi Terbengkalai

Aksi keji itu dilakukan pada Senin, 9 Februari 2026, di kawasan eks Kampung Gajah yang telah lama terbengkalai dan minim aktivitas warga.

Di lokasi sepi tersebut, korban diserang secara brutal.

"Pelaku secara keji menusukkan pisau sebanyak delapan kali ke bagian perut korban," tegas pihak berwajib.

Selain luka tusuk, korban juga mengalami luka berat di kepala akibat hantaman benda keras.

Setelah memastikan korban meninggal dunia, jasad ZAAQ ditinggalkan di semak belukar selama beberapa hari.

Jasad korban akhirnya ditemukan secara tidak sengaja oleh sekelompok konten kreator horor yang hendak melakukan syuting di area tersebut.

"Betul, kami sudah terima laporan temuan korban meninggal dunia di eks Kampung Gajah sekitar pukul 20.45 WIB," ujar Niko. 

Jejak Digital Pelaku Jadi Sorotan Publik

Penangkapan YA di Garut membuat perhatian warganet beralih ke jejak digital yang diduga milik pelaku.

Sejumlah unggahan ulang memperlihatkan konten bernuansa galau, kehilangan, dan kekecewaan.

"Ya Allah ternyata pelakunya itu menyimpang," tulis akun @bewara_pangalengan dalam utas Threads yang viral.

Reaksi keras pun bermunculan dari warganet.

"Sakit nih," komentar akun @bungadinda09.

"Meresahkan ini pelaku, jangan pernah balik lagi ke kampung!," jelas akun @artratunumaa.

Skenario Palsu untuk Mengaburkan Kasus

Tak hanya melakukan pembunuhan, pelaku juga sempat menguasai ponsel korban untuk membuat narasi palsu seolah-olah ZAAQ diculik.

Langkah ini sempat menyesatkan publik sebelum fakta pembunuhan terungkap.

"Jadi informasi soal korban yang diculik ini, sebetulnya buatan pelaku. Saat itu, ponsel korban ini dalam penguasaan pelaku. Intinya saat ini masih kami dalami dulu hal-hal lainnya," ungkap AKBP Niko. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#sakit hati #Motif #siswa smp #kampung gajah #Tindakan Tak Senonoh #kasus pembunuhan