Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Pelaku Masih di Bawah Umur, Begini Bengisnya Skenario Pembunuhan Siswa SMP di Kampung Gajah!

Laila Zakiya • Minggu, 15 Februari 2026 | 15:05 WIB

 

Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra saat melakukan konferensi pers di Cimahi.
Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra saat melakukan konferensi pers di Cimahi.

SOLOBALAPAN.COM - Kasus pembunuhan siswa SMP berinisial ZAAQ (14) yang jasadnya ditemukan di kawasan eks Kampung Gajah menguak fakta kejam di balik usia pelaku yang masih belia.

Polisi mengungkap, pembunuhan ini bukan insiden spontan, melainkan dirancang dengan skenario yang matang oleh dua remaja asal Garut.

Korban diketahui merupakan siswa SMP Negeri 26 Bandung yang dilaporkan hilang sejak Senin, 9 Februari 2026, sebelum akhirnya ditemukan tewas pada Jumat, 13 Februari 2026.

Pelaku Dibekuk Setelah Kabur ke Tasikmalaya

Dua tersangka berinisial YA (16) dan AP (17) berhasil ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi pada Sabtu malam, 14 Februari 2026.

Keduanya sempat melarikan diri ke Tasikmalaya, sebelum kembali ke Garut dan akhirnya diringkus.

“Terkait penemuan jasad di kawasan eks Kampung Gajah, pihak kepolisian telah mengamankan pelaku. Dua di antaranya diketahui masih berusia di bawah umur dan ditangkap di Garut,” ungkap AKBP Niko N. Adi Putra.

Datang dari Garut dengan Niat Membunuh

Hasil pemeriksaan sementara mengungkap, YA dan AP sengaja berangkat dari Garut ke Bandung pada Senin, 9 Februari 2026, untuk menemui korban.

YA bahkan telah menyiapkan senjata tajam sejak awal keberangkatan.

"Korban dihabisi pada Senin sore dan pelaku sengaja datang ke Bandung. Kemudian beberapa hari kemudian, jasad korban ini baru ditemukan saksi yang sedang siaran langsung media sosial pada Jumat malam," beber AKBP Niko.

Pembunuhan itu terjadi di area eks objek wisata yang gelap dan terbengkalai, jauh dari pemukiman warga.

Eksekusi Brutal di Lokasi Sepi

Di lokasi tersebut, YA melampiaskan amarahnya secara brutal.

Korban dipukul menggunakan botol hingga mengalami luka serius di kepala, sebelum akhirnya diserang dengan senjata tajam.

"Pelaku secara keji menusukkan pisau sebanyak delapan kali ke bagian perut korban," tuturnya.

Serangan bertubi-tubi itu membuat ZAAQ tewas di tempat.

Setelah memastikan korban tak bernyawa, kedua pelaku meninggalkan jasadnya di tengah semak belukar.

Chat Palsu untuk Menyesatkan Publik

Tak berhenti di situ, pelaku juga menyusun skenario lanjutan untuk mengaburkan kasus.

Polisi mengungkap bahwa ponsel korban sempat dikuasai pelaku untuk membuat narasi palsu seolah-olah korban diculik.

"Jadi informasi soal korban yang diculik ini, sebetulnya buatan pelaku. Saat itu, ponsel korban ini dalam penguasaan pelaku. Intinya saat ini masih kami dalami dulu hal-hal lainnya," ungkap AKBP Niko.

Akibatnya, publik sempat dibuat percaya bahwa ZAAQ menjadi korban penculikan, sebelum fakta pembunuhan terungkap.

Motif Sepele Berujung Maut

Motif pembunuhan ini terbilang sepele namun berujung tragis.

Polisi menyebut, YA nekat membunuh karena sakit hati setelah korban menyatakan ingin mengakhiri pertemanan mereka.

"Pelaku sakit hati karena korban memberikan pernyataan sikap untuk menghentikan pertemanan," bebernya.

Pembunuhan ini pun dikategorikan sebagai tindakan yang direncanakan, meski pelaku masih berstatus anak di bawah umur. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#siswa smp #skenario #kampung gajah #kasus pembunuhan #garut