SOLOBALAPAN.COM – Dunia pendidikan di Provinsi Jawa Timur diguncang kabar memilukan.
Seorang oknum guru berinisial F di SDN Jelbuk 02, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, diduga melakukan tindakan tidak terpuji dengan melucuti pakaian 22 siswa kelas V.
Aksi ekstrem ini dilakukan hanya karena sang guru merasa kehilangan uang pribadi sebesar Rp 275 ribu.
Kejadian yang berlangsung pada Jumat (6/2/2026) ini kini viral di media sosial setelah video kemarahan wali murid beredar luas.
Kronologi Penggeledahan yang Berujung Traumatis
Aksi bermula saat guru F melaporkan kehilangan uang dalam dua tahap; Rp 200 ribu pada hari Senin (2/2/2026) dan Rp 75 ribu di hari Jumat (6/2/2026).
Setelah kejadian kedua, sang guru memutuskan menggeledah tas para siswa. Karena uang tak kunjung ditemukan di tas siswa, guru F mengunci 22 siswa di dalam kelas usai jam sekolah berakhir.
Dalam penggeledahan fisik tersebut, siswa laki-laki diminta melepas seluruh pakaian, sementara siswi perempuan diminta menyisakan pakaian dalam.
Meski siswa lain diminta menghadap tembok, beberapa saksi mata menyebut sejumlah siswa sempat menyaksikan proses tersebut secara sembunyi-sembunyi.
Sementara itu, siswa dari kelas lain mulai merasa heran karena teman-teman mereka dari kelas V belum juga pulang, padahal jam sekolah telah usai.
Saat mengintip dari jendela, mereka melihat adanya pemeriksaan yang sampai melucuti pakaian siswa. Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada orang tua.
Wali Murid Dobrak Pintu Kelas
Kecurigaan muncul saat orang tua siswa merasa anak-anak mereka tak kunjung pulang.
Salah satu wali murid yang mendengar kabar adanya pemeriksaan fisik langsung menuju sekolah dan mendapati pintu kelas dalam kondisi terkunci.
“Saya langsung ke sekolah dan kondisi pintu kelas tertutup. Saya dobrak pintunya dan meminta pemeriksaan dihentikan,” ujar salah satu wali murid dilansir dari Jawa Pos Radar Jember.
Berdasarkan laporan, terdapat empat siswa yang sudah sempat diperiksa secara langsung dengan kondisi tanpa busana.
Respons Sekolah dan Pihak Berwajib
Plt Kepala SDN Jelbuk 02, Arif Rahman, memilih irit bicara saat dikonfirmasi oleh awak media. Ia bahkan sempat melarang jurnalis membawa ponsel saat wawancara.
"Saya serahkan semua ke Diknas. Kalau mau konfirmasi, silakan langsung ke Diknas," tegas Arif.
Sementara itu, Kapolsek Jelbuk AKP Brisan Iman Nulla menyatakan pihaknya masih menunggu laporan resmi dan melakukan pendalaman di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kasus ini kini tengah ditangani secara serius oleh Dinas Pendidikan Jember mengingat adanya potensi trauma mendalam bagi para siswa yang menjadi korban. (dam)
Editor : Damianus Bram