SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Gelombang kontroversi yang menerpa selebgram sekaligus pengusaha Mohan Hazian kini merembet ke dunia literasi.
Di tengah sorotan publik atas dugaan pelecehan seksual yang menyeret namanya, penerbit Shira Media mengambil langkah tegas yang menandai jarak antara karya dan persoalan etik penulisnya.
Buku berjudul Goresan Seorang Begundal, yang sebelumnya diterbitkan oleh Shira Media, kini resmi dihentikan dari peredaran.
Keputusan ini bukan sekadar langkah administratif, melainkan pernyataan sikap terbuka yang menegaskan posisi penerbit di tengah isu sensitif yang menyentuh ranah keadilan dan perlindungan korban.
Pernyataan Resmi Shira Media
Sikap tegas tersebut disampaikan secara terbuka melalui akun Instagram resmi Shira Media pada Selasa (10/2/2026).
Penerbit yang berbasis di Yogyakarta tersebut menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk keberpihakan pada korban kekerasan seksual (KS).
"Kami, Shira Media, menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait dugaan kekerasan seksual (KS) yang melibatkan Mohan Hazian, yang karyanya pernah kami terbitkan," tulis pernyataan resmi tersebut.
Berikut adalah poin-poin keputusan Shira Media terkait buku karya Mohan Hazian:
-
Hentikan Aktivitas Komersial: Memutus seluruh aktivitas ekonomi terkait buku tersebut terhitung sejak pernyataan diterbitkan.
-
Stop Cetak dan Distribusi: Menghentikan seluruh rencana pencetakan ulang, distribusi, hingga promosi.
-
Tarik Barang: Meminta seluruh mitra penjualan (toko buku) untuk menghentikan transaksi dan menarik buku-buku tersebut dari etalase.
"Pernyataan ini kami sampaikan sebagai sikap resmi dan terbuka kepada publik. Kami mendukung proses penanganan dan investigasi yang transparan, adil, serta berpihak pada korban," tegas pihak penerbit.
Kronologi Dugaan Pelecehan
Keputusan berani penerbit ini menyusul viralnya utas dari seorang pengguna media sosial X dengan akun @aarummanis.
Korban membagikan pengalaman traumatis yang diklaim terjadi pada Mei 2025.
Dalam penuturannya, peristiwa bermula saat korban menjadi talent untuk sesi pemotretan foto dan video sebuah merek pakaian yang diduga milik Mohan.
Berikut kronologi singkat kejadian berdasarkan pengakuan korban:
-
Sesi Foto: Awalnya berjalan normal dan profesional.
-
Ajakan Makan: Setelah pekerjaan selesai, Mohan mengajak makan bersama. Korban setuju karena mengira talent scouter juga ikut.
-
Situasi Berubah: Talent scouter meninggalkan lokasi, dan korban diajak kembali ke ruang pemotretan dengan alasan makanan dipesan secara online.
-
Tindakan Kekerasan: Di ruangan tersebut, korban mengaku mengalami pemaksaan dan kekerasan seksual. "Saya kemudian sekuat tenaga mendorong, mencakar, dan memukul M," tulis korban.
Korban mengaku trauma mendalam akibat kejadian tersebut.
"Saya masih trauma setiap kali melihat wajah beliau di media. Rasanya ingin muntah dan terus teringat kejadian tersebut," ungkapnya.
Kini, dengan ditariknya buku Goresan Seorang Begundal, jejak karier Mohan Hazian di dunia literasi pun terhenti seiring dengan proses hukum dan sanksi sosial yang tengah berjalan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo