SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Hubungan antara komika senior Pandji Pragiwaksono dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, tengah menjadi sorotan positif publik.
Hal ini bermula dari materi stand-up comedy Pandji dalam pertunjukan spesialnya bertajuk Mens Rea yang tayang di Netflix.
Dalam pertunjukan tersebut, Pandji sempat me-roasting atau melontarkan guyonan yang menyinggung fisik Gibran, khususnya mengenai bentuk matanya yang sering disebut "mata ngantuk".
Namun, alih-alih tersinggung atau membawa perasaan (baper), Gibran justru memberikan respons yang sangat santai dan suportif.
Sikap Gibran ini kemudian menuai pujian balik dari Pandji.
Komika yang juga aktor tersebut menilai bahwa sang Wapres telah memberikan contoh yang sangat baik bagi masyarakat dan pejabat publik lainnya dalam menyikapi sebuah karya komedi.
Pujian Pandji: Gibran Contoh Cara Menangkap Joke
Pandji Pragiwaksono, saat ditemui usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, baru-baru ini, menyampaikan apresiasinya terhadap sikap Gibran.
Menurutnya, Gibran menunjukkan kedewasaan dalam memproses sebuah lelucon.
"Saya rasa Wakil Presiden Gibran menjadi contoh bagaimana sebaiknya menangkap sebuah joke, bagaimana memproses sebuah joke," ujar Pandji.
Ia menambahkan bahwa respons positif dari orang nomor dua di Indonesia itu adalah sinyal yang baik bagi iklim demokrasi dan kebebasan berekspresi, khususnya di ranah komedi.
"Bahwa sebuah joke itu tidak perlu ditanggapi terlalu serius dan tidak perlu sampai menciptakan permasalahan. Saya rasa itu indikasi yang cukup baik," tegasnya.
Respons Santai Gibran: Dari Lahir Sudah Begini
Sebelumnya, dalam sebuah bincang-bincang di kanal YouTube Tretan Universe, Gibran Rakabuming Raka mengaku sudah menonton Mens Rea.
Ia menanggapi santai materi roasting yang menyasar fisik matanya.
Berikut adalah poin-poin respons Gibran terhadap materi Pandji:
-
Tidak Baper: Gibran menganggap materi tersebut murni sebagai hiburan dan lelucon panggung.
-
Menerima Keadaan Fisik: "Enggak apa-apa, santai (dibilang ngantuk). Dari lahir bentuk matanya seperti ini, mau gimana lagi," ucap Gibran.
-
Memberi Selamat: Gibran justru memuji kesuksesan Pandji karena tayangan Mens Rea berhasil menduduki peringkat satu di Netflix Indonesia.
"Kita ucapkan selamat untuk Pandji. Mens Rea nomor satu, mengalahkan Jujutsu Kaisen," tambahnya.
Mens Rea dan Kritik Sosial
Pertunjukan Mens Rea sendiri mulai tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025.
Dalam durasi pertunjukannya, Pandji menjadikan panggung sebagai ruang untuk membahas berbagai isu sensitif dengan gaya observasi yang tajam.
Materi yang dibawakan mencakup:
-
Dinamika politik pasca-Pemilu 2024.
-
Perilaku pejabat publik.
-
Isu-isu sosial yang kerap dianggap tabu.
Interaksi "berbalas pantun" yang positif antara komika dan pejabat negara ini dinilai banyak pihak sebagai angin segar, di mana kritik dan satire bisa diterima dengan lapang dada tanpa berujung pada ketersinggungan atau masalah hukum. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo