Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ini Penyebab Kecelakan di Chinatown Singapura yang Tewaskan Bocah WNI 6 Tahun Bernama Sheyna, Pelaku Bak Tak Merasa Bersalah?

Laila Zakiya • Selasa, 10 Februari 2026 | 10:01 WIB

 

Viral WNI alami kecelakan di Chinatown Singapura, seorang anak berusia 6 tahun bernama Sheyna jadi korban.
Viral WNI alami kecelakan di Chinatown Singapura, seorang anak berusia 6 tahun bernama Sheyna jadi korban.

SOLOBALAPAN.COM - Tragedi memilukan menimpa sebuah keluarga asal Indonesia saat berlibur di Singapura.

Seorang bocah perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia enam tahun, Sheyna Lashira Smaradiani, meninggal dunia usai tertabrak mobil di kawasan wisata Chinatown, Singapura, pada Jumat (6/2/2026).

Insiden ini menyita perhatian publik lantaran terjadi di area yang selama ini dianggap aman bagi pejalan kaki, sekaligus memunculkan sorotan tajam terhadap kelalaian pengemudi kendaraan yang keluar dari area parkir.

Kronologi Kecelakaan di Area Parkir Chinatown

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.50 waktu setempat di pintu keluar area parkir terbuka di samping Kuil Relik Gigi Buddha, sepanjang South Bridge Road.

Saat itu, Sheyna berjalan kaki bersama ibunya, Raisha Anindra (31), sementara sang ayah berada di depan mendorong kereta bayi berusia dua tahun.

Menurut laporan media setempat, ibu dan anak tersebut tengah menyeberang jalan ketika sebuah mobil yang dikendarai wanita berusia 38 tahun keluar dari area parkir dan langsung menabrak keduanya.

Sheyna sempat dibawa ke rumah sakit dalam kondisi sadar, namun nyawanya tidak tertolong.

Sementara itu, sang ibu mengalami luka serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit Singapura.

Kesaksian Saksi Mata Ungkap Dugaan Kelalaian Pengemudi

Sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa tabrakan terjadi akibat pengemudi tidak memperhatikan arah pejalan kaki saat berbelok keluar dari parkiran.

Dalam unggahan video di Facebook, saksi bernama Nguyen Thi Hanh menuliskan,

"Seorang wanita sedang mengemudi keluar dari tempat parkir."

"Dia tidak melihat pejalan kaki di sebelah kanannya, dia hanya melihat ke kiri ketika dia berbelok ke kanan."

Kesaksian lain menyebutkan mobil tersebut berbelok ke kanan tanpa menyadari keberadaan ibu dan anak yang berjalan di sisi kanan kendaraan.

Akibatnya, keduanya tertabrak, bahkan tubuh Sheyna sempat terjebak di bawah mobil.

Seorang saksi berusia 70 tahun yang diidentifikasi sebagai Nyonya Zhang mengatakan kondisi bocah tersebut tampak sangat parah karena mengalami pendarahan hebat di lokasi kejadian.

Detik-detik Mencekam Usai Tabrakan

Video-video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan suasana panik pascakejadian.

Dalam salah satu klip, seorang pria yang diyakini sebagai ayah Sheyna terlihat menggendong tubuh putrinya yang terluka parah sambil memohon pertolongan.

Para saksi mata terlihat berusaha menghentikan pendarahan dan melindungi korban dari terik matahari dengan payung.

Dua ambulans tiba sekitar 10 menit kemudian dan membawa ibu serta anak tersebut ke Rumah Sakit Umum Singapura (SGH).

Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) mengonfirmasi bahwa kedua korban dievakuasi dalam kondisi sadar sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Pengemudi Sempat Membela Diri di Lokasi

Di tengah kekacauan, pengemudi mobil disebut keluar dari kendaraannya dalam kondisi panik. Namun, kesaksiannya justru menuai sorotan publik.

Menurut saksi mata, "Pengemudi itu keluar dan berusaha membela diri dengan menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah."

Pernyataan tersebut memicu reaksi beragam, mengingat korban adalah pejalan kaki di area wisata yang ramai.

Meski demikian, pengemudi dilaporkan tetap berada di lokasi kejadian selama beberapa jam untuk membantu penyelidikan polisi.

Menurut Shin Min Daily News, pengemudi tampak mondar-mandir di sekitar area yang dikordon, sesekali memegang kepalanya dan terlihat sangat terguncang.

Suami pengemudi kemudian memberikan keterangan kepada wartawan.

Ia mengatakan istrinya memiliki pengalaman mengemudi lebih dari 10 tahun dan berada di Chinatown untuk menjemput anak mereka.

Saat saya menerima teleponnya, dia menangis sepanjang waktu.
Dia benar-benar merasa bersalah dan menyesal.”

Ia juga menyebutkan bahwa sang istri langsung keluar dari mobil, memeriksa korban, dan memanggil ambulans setelah kejadian.

Polisi Singapura Tangkap Pengemudi

Meski sempat terjadi perdebatan di lokasi, Kepolisian Singapura akhirnya mengambil langkah tegas.

Pengemudi wanita berusia 38 tahun tersebut ditangkap atas dugaan mengemudi tanpa pertimbangan yang wajar hingga menyebabkan kematian.

Pihak kepolisian menyatakan telah menerima laporan kecelakaan di South Bridge Road sekitar pukul 11.50 waktu setempat.

"Dua pejalan kaki perempuan, berusia 6 dan 31 tahun, dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan sadar. Namun, korban berusia enam tahun kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit."

Proses hukum kini masih berjalan dan menjadi perhatian publik, baik di Singapura maupun Indonesia.

Jenazah Sheyna Dimakamkan di Jakarta

Sheyna Lashira Smaradiani telah dipulangkan ke Indonesia dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Minggu (8/2/2026).

Dalam pernyataan resmi keluarga disebutkan,

"Untuk almarhumah; Sheyna Lashira Smaradiani, telah dimakamkan di TPU Tanah Kusir dan membutuhkan dua malam untuk proses pemulangannya ke Indonesia."

Sementara itu, kondisi sang ibu dilaporkan mulai membaik meski masih dalam perawatan intensif.

Tragedi ini kembali membangkitkan kekhawatiran tentang keselamatan pejalan kaki di pintu keluar area parkir, khususnya di kawasan wisata yang padat pengunjung.

Pihak berwenang Singapura selama ini telah mengingatkan pengemudi untuk memperlambat laju kendaraan, berhenti total sebelum keluar parkiran, serta memastikan kondisi kanan dan kiri aman dari pejalan kaki. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#chinatown #viral #meninggal dunia #kronologi #singapura #hukum #wni #kecelakaan