Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Siap-siap Fenomena Cincin Api Pekan Depan, Berikut Niat dan Panduan Salat Gerhana Matahari yang Benar

Didi Agung Eko Purnomo • Senin, 9 Februari 2026 | 17:28 WIB

BMKG tegaskan berikan penjelasan tentang kabar gerhana matahari pada 2 Agustus 2025, jam berapa? ini faktanya.
BMKG tegaskan berikan penjelasan tentang kabar gerhana matahari pada 2 Agustus 2025, jam berapa? ini faktanya.

SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Fenomena astronomi langka diprediksi akan menyapa langit Indonesia pada pekan depan.

Tepat pada tanggal 17 Februari 2026, fenomena Gerhana Matahari Cincin akan terjadi dan dapat disaksikan di sejumlah wilayah.

Peristiwa ini tentu menarik perhatian masyarakat luas. Namun, bagi umat Islam, gerhana bukan sekadar tontonan visual semata, melainkan tanda kebesaran Allah SWT yang patut disikapi dengan ibadah khusus, yakni Salat Gerhana Matahari atau Kusuf al-Syams.

Fenomena Cincin Api di Langit

Berdasarkan data astronomi, Gerhana Matahari Cincin terjadi karena konfigurasi khusus benda langit.

Saat puncak gerhana nanti, Matahari, Bulan, dan Bumi akan berada pada satu garis lurus. Namun, posisi Bulan berada pada jarak terjauhnya dari Bumi (apogee).

Kondisi ini menyebabkan piringan Bulan tampak lebih kecil dari piringan Matahari.

Akibatnya, Bulan tidak mampu menutupi Matahari secara sempurna, sehingga menyisakan bagian tepi bercahaya yang menyerupai "cincin api" atau annulus.

Baca Juga: Kenapa Bulan Jadi Merah Saat Terjadi Gerhana Total? Ini Penjelasan Ilmiah Dibalik Fenomena Blood Moon

Anjuran Ibadah dan Tata Cara Salat Kusuf

Menyambut fenomena ini, umat Islam disunnahkan untuk melaksanakan salat gerhana.

Mengutip NU Online dan Kitab Syarah Yaqutun Nafis, salat ini memiliki tata cara yang unik dibandingkan salat sunnah lainnya, yakni terdapat dua kali rukuk dalam satu rakaat.

Salat ini bisa dilakukan berjamaah maupun sendiri (munfarid) tanpa didahului azan atau iqamah, melainkan dengan seruan "ashshalâtu jâmi‘ah".

Berikut adalah niat salat gerhana matahari:

Panduan Pelaksanaan

Agar pelaksanaan ibadah berjalan sempurna, berikut adalah urutan tata cara salat gerhana matahari:

  1. Niat dan Takbiratul Ihram: Membaca doa iftitah dan taawudz.

  2. Berdiri Pertama: Membaca Surat Al-Fatihah dilanjutkan surat panjang (disunnahkan Surat Al-Baqarah atau separuhnya).

  3. Rukuk Pertama: Rukuk dengan durasi panjang.

  4. I'tidal (Berdiri Kedua): Bangun dari rukuk, lalu kembali membaca Al-Fatihah dan surat panjang (disunnahkan Surat Ali Imran).

  5. Rukuk Kedua: Rukuk kembali dengan durasi lebih pendek dari yang pertama.

  6. I'tidal dan Sujud: Sujud dua kali dengan tumakninah seperti salat biasa.

  7. Rakaat Kedua: Mengulangi rangkaian yang sama (2 kali berdiri dan 2 kali rukuk). Bacaan surat disunnahkan An-Nisa dan Al-Maidah.

  8. Salam: Diakhiri dengan tahiyat dan salam.

Pelaksanaan salat ini menjadi momentum spiritual bagi umat Islam untuk memperbanyak zikir, istighfar, dan doa, sembari merenungi kekuasaan Sang Pencipta yang mengatur pergerakan semesta. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#gerhana matahari #salat gerhana #fenomena #cincin api