SOLOBALAPAN.COM - Nama Jeffrey Epstein kembali menyita perhatian publik global setelah jutaan dokumen hukum terkait kasus kejahatan seksualnya dibuka ke publik.
Arsip yang dikenal sebagai Epstein Files tidak hanya menyeret nama tokoh-tokoh berpengaruh dunia, tetapi juga membongkar detail mengejutkan soal aset pribadi Epstein, mulai dari pulau privat di Karibia hingga rumah supermewah di jantung New York.
Pulau Pribadi yang Dijuluki Pulau Pedofil
Di Kepulauan Virgin Amerika Serikat, Epstein diketahui memiliki dua pulau pribadi, Little St. James dan Great St. James.
Pulau Little St. James menjadi yang paling kontroversial karena disebut sebagai lokasi utama kejahatan seksual yang dilakukannya.
Kesaksian para korban menggambarkan pulau itu sebagai tempat yang sepenuhnya terisolasi dari hukum dan norma sosial.
Sarah Ransome, salah satu korban, mengungkap pengalaman traumatisnya saat pertama kali menginjakkan kaki di pulau tersebut pada 2006.
Ia datang dengan harapan masa depan yang lebih baik, namun justru mengalami kekerasan seksual sejak hari pertama.
“Dia melakukan hal yang tak boleh dilakukan pria pada wanita,” bebernya.
Pulau tersebut kemudian dikenal luas dengan julukan Pulau Pedofil oleh media dan masyarakat sekitar.
Epstein membeli Little St. James pada 1998 dan kemudian memperluas kepemilikannya dengan membeli Great St. James pada 2016.
Dalam sebuah presentasi bisnis, Epstein menyebut kedua pulau itu ideal karena sangat terisolasi dan hanya bisa diakses melalui helikopter atau speedboat.
Arsitektur Aneh dan Sistem Tertutup
Little St. James bukan sekadar pulau tropis biasa.
Epstein mengubahnya menjadi kompleks privat dengan pengamanan ketat dan bangunan berarsitektur eksentrik.
Salah satu struktur paling mencolok adalah bangunan berkubah emas dengan garis biru-putih yang kerap disebut sebagai kuil.
Di balik tampilannya yang misterius, pintu depan bangunan tersebut ternyata palsu, sementara akses utama tersembunyi di samping.
Interiornya dilaporkan memiliki dinding tebal peredam suara, lantai kayu berkarpet oriental, serta sebuah piano grand.
Selain itu, sejumlah foto pengadilan memperlihatkan ruangan dengan kursi dokter gigi kuno lengkap dengan peralatan medis, foto perempuan telanjang, hingga topeng wajah manusia yang tergantung di dinding.
Pulau ini dijalankan oleh staf profesional dengan hierarki ketat di bawah kendali Epstein dan Ghislaine Maxwell.
Setiap pekerja diwajibkan menandatangani perjanjian kerahasiaan yang keras, menciptakan budaya bisu di mana tidak ada yang berani bertanya atau bersuara.
“Bisa dibilang setiap dua bulan aku melihat tamu di pulau itu dan hampir selalu ada gadis muda di antara tamunya,” ungkap Steve Scully, teknisi yang bekerja antara 1999 hingga awal 2006.
Jet Pribadi dan Lingkaran Elite Dunia
Log penerbangan jet pribadi Epstein menunjukkan mobilitas tinggi dengan rute ke berbagai negara seperti Paris, London, Maroko, hingga Meksiko.
Dokumen pengadilan mengonfirmasi kehadiran banyak tokoh berpengaruh dalam orbit sosial Epstein, mulai dari politisi, bangsawan, ilmuwan, hingga selebritas.
Nama Pangeran Andrew dari Inggris, Bill Clinton, hingga ilmuwan ternama Stephen Hawking muncul dalam berbagai catatan dan kesaksian.
Meski sebagian membantah keterlibatan dalam kejahatan, keberadaan mereka di sekitar Epstein menjadi sorotan tajam publik.
Rumah Mewah Epstein di Manhattan Terbongkar
Selain pulau pribadi, Epstein juga tinggal di sebuah townhouse tujuh lantai di Upper East Side, Manhattan.
Properti seluas sekitar 2.000 meter persegi ini dibeli pada 1998 dan menjadi lokasi jamuan eksklusif bagi elite global.
Dokumen yang dirilis memperlihatkan interior rumah tersebut sarat simbol kontroversial.
Surat-surat ulang tahun dari tokoh ternama mencerminkan luasnya jaringan sosial Epstein.
Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan istrinya menulis, “Tidak ada batasan untuk rasa ingin tahumu… Kamu seperti buku tertutup bagi banyak orang tetapi kamu tahu segalanya tentang semua orang.”
Sementara itu, sutradara Woody Allen menggambarkan suasana jamuan di rumah Epstein seperti berada di “istana Dracula, di mana Lugosi memiliki tiga vampir perempuan muda yang melayani tempat itu.”
Di dalam rumah, pengunjung disambut puluhan bola mata prostetik, patung perempuan berpakaian pengantin, hingga koleksi foto Epstein bersama tokoh dunia seperti Paus Yohanes Paulus II, Mick Jagger, Fidel Castro, dan Bill Clinton.
Salah satu artefak yang paling memicu spekulasi adalah uang dolar AS bertanda tangan Bill Gates dengan tulisan ‘I was wrong!’.
Kamera Tersembunyi dan Ruang Pijat
Dokumen dan foto terbaru juga mengungkap adanya kamera tersembunyi di kamar tidur utama dan ruang kantor Epstein.
Temuan ini sejalan dengan kesaksian korban yang menyebut rumah tersebut dilengkapi jaringan kamera untuk merekam aktivitas di dalamnya.
Ruang pijat di rumah itu menampilkan lukisan perempuan telanjang, bola perak besar, serta rak berisi pelumas dan peralatan pijat.
Kesaksian korban menyebut remaja direkrut untuk memijat Epstein dalam keadaan telanjang, yang berujung pada pelecehan seksual dan pemerkosaan.
Aset Dijual, Trauma Tertinggal
Setelah Epstein ditemukan tewas di sel penjara pada 2019, pulau-pulau pribadinya digeledah FBI dan kemudian dijual untuk membayar kompensasi korban.
Pada 2023, Little St. James dan Great St. James dibeli oleh investor Stephen Deckoff yang berencana mengubahnya menjadi resor mewah.
“Sangat senang saya dapat menghadirkan destinasi wisata kelas dunia ke Kepulauan Virgin AS yang memiliki keindahan alam,” kata Deckoff.
Sementara rumah Epstein di Manhattan dijual pada 2021 dan hasilnya digunakan untuk sebagian kompensasi korban.
Meski aset-aset tersebut berpindah tangan, Epstein Files menunjukkan bahwa jejak kejahatan, simbol kekuasaan, dan trauma para korban tidak semudah itu terhapus. (lz)
Editor : Laila Zakiya