Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Netizen Temukan Hal Janggal di Dokumen Epstein Files, Email Jeffrey Epstein dengan Rostchild Viral Jadi Bahasan

Laila Zakiya • Kamis, 5 Februari 2026 | 14:45 WIB

 

Salah satu bukti foto yang terkuak dalam Epstein Files.
Salah satu bukti foto yang terkuak dalam Epstein Files.

SOLOBALAPAN.COM - Rilis terbaru Epstein Files kembali menghebohkan publik global.

Kali ini, perhatian netizen tertuju pada sebuah email kontroversial antara Jeffrey Epstein dan bankir Ariane de Rothschild yang dinilai janggal dan memicu perdebatan luas di media sosial.

Dokumen tersebut termasuk dalam berkas terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada Rabu (4/2).

Dalam unggahan akun X @AdameMedia, ditampilkan tangkapan layar korespondensi email bertanggal 31 Desember 2018 yang langsung menyedot perhatian warganet.

Isi email itu membahas klaim sensitif terkait Adolf Hitler, yang disebut pernah tinggal di tempat perlindungan bagi tunawisma dan orang miskin yang didanai oleh tiga keluarga Yahudi kaya.

Dalam emailnya, Epstein menuliskan klaim tersebut kepada Ariane de Rothschild.

"Saya pikir kamu akan menganggap ini menarik, bahwa dalam kelas Harvard tentang Hitler, mereka menceritakan kisah ketika dia sangat miskin hingga tinggal di tempat perlindungan bagi tunawisma dan orang miskin, yang didanai oleh tiga keluarga saya: Gutmann, Epstein, dan Rothschild. Ternyata itu benar,"

Namun klaim tersebut langsung ditanggapi Ariane dengan nada skeptis dan menyebutnya sebagai teori konspirasi.

"Apakah ini menunjukkan bahwa kemurahan hati tidak selalu dihargai, atau teori konspirasi masih ada, ini cukup menyedihkan,"

Alih-alih mengendur, Epstein justru kembali menegaskan keyakinannya dalam balasan berikutnya.

"Pertama, ternyata 100 persen benar, Hitler menjual pakaian serta tinggal di tempat perlindungan yang didanai oleh orang Yahudi: Epstein, Rothschild, dan Gutmann. Bukan konspirasi, keluarga Epstein adalah bankir di Wina,"

Email ini kemudian viral dan menjadi perbincangan hangat, terutama karena melibatkan nama besar keluarga Rothschild serta narasi sejarah yang sensitif dan belum pernah dibuktikan secara akademis.

Hubungan Bisnis Epstein dan Keluarga Rothschild Terungkap

Tak hanya korespondensi pribadi, Epstein Files juga memuat dokumen yang menunjukkan hubungan bisnis antara Jeffrey Epstein dan keluarga Rothschild.

Dalam dokumen tertanggal 5 Oktober 2015, Epstein melalui Southern Trust Company Inc. menandatangani kontrak senilai US$25 juta dengan Rothschild Group.

Kontrak tersebut mencakup layanan analisis risiko dan algoritma, dengan Epstein tercatat sebagai Presiden Southern Trust yang berbasis di Kepulauan Virgin AS.

Temuan ini memperkuat fakta bahwa Epstein tidak hanya memiliki relasi sosial, tetapi juga hubungan finansial dengan elite global.

Epstein Files dan Deretan Temuan Kontroversial

Epstein Files sendiri merupakan kumpulan dokumen barang bukti dalam berbagai kasus pidana yang melibatkan Jeffrey Epstein.

Isinya meliputi buku kontak, catatan penerbangan jet pribadi, korespondensi email, hingga dokumen pengadilan.

Sejumlah temuan lain dalam Epstein Files juga sempat viral, di antaranya klaim pengiriman potongan Kiswah Ka'bah, foto Pangeran Andrew bersama perempuan, serta penyebutan kota-kota di Indonesia seperti Bali dan Jakarta dalam konteks kunjungan Epstein.

Nama-nama besar dunia turut terseret dalam dokumen ini, termasuk Pangeran Andrew, Donald Trump, Bill Clinton, Elon Musk, Steve Tisch, hingga Bill Gates, dengan tingkat keterlibatan dan konteks yang berbeda-beda.

Rilis dan Penarikan Dokumen Picu Kontroversi Baru

Pada Jumat lalu, DOJ merilis sekitar tiga juta dokumen tambahan terkait Epstein.

Namun, hanya berselang beberapa hari, ribuan dokumen tersebut justru ditarik kembali dari akses publik.

Penarikan ini dilakukan setelah ditemukan sejumlah dokumen yang masih memuat identitas korban, termasuk nama, tanggal lahir, hingga foto sensitif.

 

DOJ mengakui bahwa sekitar 0,1 persen dokumen yang dirilis mengandung informasi korban yang tidak tersensor, sehingga ribuan halaman harus ditarik ulang.

Kasus ini memunculkan kritik keras terhadap pemerintah AS. Publik menilai, niat transparansi melalui Epstein Files justru berujung pada luka baru bagi para korban kejahatan seksual.

Viralnya email Epstein dengan Ariane de Rothschild menambah panjang daftar kejanggalan dalam Epstein Files.

Bagi publik, temuan ini bukan sekadar arsip lama, melainkan potongan penting yang memperlihatkan cara berpikir, jejaring, dan pengaruh Epstein di lingkaran elite global. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#adolf hitler #viral #Epstein Files #jeffrey epstein #Ariane de Rothschild