Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Buka Isi Email Jeffrey Epstein dengan Mudah Lewat Jmail, Bukti Epstein Files Semakin Mudah Dikulik, Begini Cara Aksesnya!

Laila Zakiya • Kamis, 5 Februari 2026 | 12:59 WIB

 

Tampilan Jmail yang tunjukkan isi Epstein Files versi surel.
Tampilan Jmail yang tunjukkan isi Epstein Files versi surel.

SOLOBALAPAN.COM - Perbincangan seputar Epstein Files kembali memanas setelah munculnya situs Jmail.world, sebuah platform yang menyajikan ribuan email Jeffrey Epstein dalam tampilan menyerupai Gmail.

Kehadiran Jmail membuat dokumen yang sebelumnya sulit diakses kini dapat ditelusuri dengan jauh lebih mudah oleh publik.

Situs ini dikembangkan oleh Riley Walz, seniman internet asal San Francisco, bersama Luke Igel, engineer perangkat lunak sekaligus CEO perusahaan AI Kino.

Jmail hadir sebagai respons atas perilisan jutaan dokumen Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) yang sebelumnya tersebar dalam bentuk PDF terpisah dan sulit dibaca.

Luke Igel menilai format dokumen mentah yang dirilis DOJ menyulitkan siapa pun yang ingin menelusuri isi email Epstein secara menyeluruh.

“Email-email itu (terkait Epstein yang diunggah oleh DOJ) sangat sulit dibaca,” ujar Luke.

Melalui Jmail, email-email tersebut ditata ulang dalam format kotak masuk digital lengkap dengan folder Kotak Masuk, Terkirim, serta fitur pencarian layaknya Gmail.

Pengguna dapat membuka pesan satu per satu, mengikuti alur percakapan, hingga menelusuri korespondensi berdasarkan kata kunci atau nama tertentu.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Jmail memanfaatkan teknologi optical character recognition (OCR) dan konversi teks berbasis AI.

Teknologi ini mengubah hasil pemindaian dokumen berkualitas rendah menjadi teks yang bisa dibaca dan dicari, tanpa menambahkan dokumen baru atau informasi yang belum dirilis secara resmi.

Riley Walz menjelaskan bahwa proyek ini sengaja dirancang dengan tampilan yang sudah akrab bagi masyarakat.

“Kami mengkloning Gmail. Anda bisa masuk seolah-olah sebagai Epstein dan dapat melihat email-emailnya,” sebut Riley Walz.

Ia juga mengungkapkan bahwa tim Jmail.world masih terus memproses dokumen tambahan yang baru saja dirilis DOJ.

“Sepuluh dari kami sedang bekerja bersama saat ini, menambahkan 300 GB dokumen,”

Tak hanya email, Jmail.world juga diperluas dengan berbagai klon layanan digital lainnya.

Pengunjung dapat mengakses JDrive untuk menelusuri dokumen digital, JPhotos untuk melihat foto-foto dari arsip Epstein, hingga layanan lain yang menyajikan data penerbangan jet pribadi Epstein dan catatan digital lain yang telah dipublikasikan.

“Kami mengkloning Google Photos, hanya saja ini adalah rol kamera Epstein,” akunya.

Proyek ini turut didukung oleh startup Reductoai. Pendiri Reductoai, Adir Abraham, menyebut Jmail langsung menarik jutaan pengunjung hanya dalam hitungan hari setelah diluncurkan.

“Ketika file dirilis (oleh DOJ), dokumen-dokumen ini tiba sebagai tempat pembuangan besar PDF yang disunting dan pemindaian yang berantakan, hampir tidak mungkin dibaca dan sama sekali tidak dapat dicari,”

Ia menegaskan bahwa tujuan utama Jmail adalah membuat data publik lebih mudah diakses dan dipahami.

“Mereka bekerja sama dengan teman-teman untuk membangun JMail: Gmail seolah-olah Anda masuk sebagai Jeffrey Epstein sendiri,”

Di tengah maraknya eksplorasi Epstein Files, sejumlah nama besar kembali menjadi sorotan publik. Salah satunya Elon Musk, yang memberikan pernyataan terkait transparansi kasus Epstein.

'They need to release Epstein’s videos with the victim’s images blurred out. He recorded everything. That will eliminate all doubt. I am in none of them, but many prominent people, especially on the left, are. Game over.' tulis Elon.

Epstein Files sendiri merupakan kumpulan dokumen hukum, transkrip, dan surel yang dibuka ke publik atas perintah Hakim Loretta Preska di New York.

Arsip tersebut berasal dari gugatan perdata Virginia Giuffre terhadap Ghislaine Maxwell pada 2015.

Nama-nama seperti Elon Musk, Bill Gates, hingga Donald Trump muncul dalam berkas tersebut dengan kapasitas yang berbeda-beda, mulai dari pihak yang tercatat berkomunikasi melalui surel hingga yang disebut pernah bepergian bersama Epstein.

Dengan hadirnya Jmail.world, proses penelusuran Epstein Files kini menjadi jauh lebih cepat dan intuitif.

Publik tak lagi harus membuka ratusan file PDF satu per satu, melainkan dapat membaca dan menelusuri korespondensi Epstein melalui satu antarmuka yang sudah sangat familiar. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #Jmail #Epstein Files #jeffrey epstein