Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bikin Mewek! Ini Pesan Terakhir Siswa SD di Ngada Sebelum Akhiri Hidup Lengkap dengan Emoticon Menyayat Hati: 'Jangan Menangis dan Mencari Saya'

Damianus Bram • Rabu, 4 Februari 2026 | 11:35 WIB
Surat siswa SD di NTT dan artinya.
Surat siswa SD di NTT dan artinya.

SOLOBALAPAN.COM – Sebuah fakta baru yang menyayat hati terungkap di balik tragedi meninggalnya YBS (10), siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebelum memutuskan mengakhiri hidupnya diduga karena tak mampu membeli buku dan pena, bocah kelas IV tersebut meninggalkan selembar surat wasiat untuk ibunya.

Surat yang ditulis tangan di atas kertas bergaris itu menjadi saksi bisu betapa berat beban yang dipikul bocah sekecil YBS akibat himpitan ekonomi.

"Mama Relakan Saya Pergi"

Dalam surat yang ditujukan kepada ibunya, "Mama Reti", YBS menuliskan pesan dalam bahasa daerah beserta coretan gambar seorang anak yang tengah menangis.

Pesan tersebut berisi permintaan agar sang ibu merelakan kepergiannya dan tidak perlu mencari atau merindukannya lagi.

Berikut adalah petikan isi surat wasiat YBS yang telah diterjemahkan:

"Surat buat Mama Reti. Mama saya pergi dulu. Mama relakan saya pergi (meninggal). Jangan menangis ya Mama. Mama saya pergi (meninggal). Tidak perlu Mama menangis dan mencari atau merindukan saya. Selamat tinggal Mama."

Di bagian bawah surat, tampak sebuah gambar sederhana berbentuk manusia yang meneteskan air mata, mempertegas kesedihan mendalam yang ia rasakan sebelum kejadian nahas tersebut.

Alarm Keras bagi Negara

Tragedi ini seolah membenarkan pernyataan keras anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, yang menyebut insiden ini sebagai "alarm serius" bagi negara.

Keterbatasan ekonomi keluarga MGT (47), sang ibu yang bekerja sebagai buruh serabutan, memaksa YBS berhadapan dengan kenyataan pahit hingga merasa putus asa hanya karena alat tulis seharga kurang dari Rp10.000.

Kini, surat terakhir YBS menjadi pengingat bagi publik dan pemerintah bahwa di balik angka-angka anggaran pendidikan yang fantastis, masih ada anak-anak yang harus bertaruh nyawa demi sebuah pena dan buku.

Peristiwa ini diharapkan menjadi titik balik bagi Kementerian PPPA dan pemerintah daerah untuk lebih peka terhadap kondisi keluarga rentan di pelosok negeri, agar tidak ada lagi "YBS-YBS" lain yang harus menulis surat perpisahan serupa. (dam)

Editor : Damianus Bram
#siswa sd ntt akhiri hidup #bunuh diri #Ngada #surat wasiat #akhiri hidup #Siswa SD Bunuh Diri di NTT #ntt