SOLOBALAPAN.COM - Kasus Jeffrey Epstein kembali mengguncang dunia setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) secara resmi membuka Epstein Files, kumpulan jutaan dokumen yang memuat detail mengerikan kejahatan seksual, jaringan elite, hingga kegagalan negara melindungi para korban.
Pembukaan dokumen ini bukan hanya mengungkap kronologi panjang kejahatan Epstein, tetapi juga memicu kemarahan publik setelah terungkap adanya foto-foto telanjang yang sempat lolos sensor dan dapat diakses publik.
Epstein Files Resmi Dibuka: Jutaan Dokumen dan Konten Sensitif
Langkah besar ini berawal dari pengesahan Epstein Transparency Act oleh Kongres AS pada 19 November 2025.
Undang-undang tersebut mewajibkan DoJ merilis seluruh dokumen investigasi dan penuntutan Epstein dalam waktu 30 hari.
Sebagai tindak lanjut, pada 19 Desember 2025, DoJ merilis dokumen awal yang mencakup puluhan ribu halaman foto dan arsip pengadilan.
Namun, puncaknya terjadi pada 30 Januari 2026, ketika tranche final Epstein Files dipublikasikan.
Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche menyatakan bahwa publikasi ini:
"Menandai akhir dari proses identifikasi dan peninjauan dokumen yang sangat komprehensif untuk memastikan transparansi kepada rakyat Amerika,"
Dokumen final tersebut mencakup lebih dari tiga juta halaman, termasuk 2.000 video dan 180.000 gambar, dengan sebagian konten disensor untuk melindungi identitas korban.
Foto Telanjang Tak Tersensor Picu Amarah Publik
Di tengah proses rilis besar-besaran itu, The New York Times menemukan hampir 40 foto telanjang tanpa sensor yang menampilkan perempuan muda, bahkan diduga remaja, di dalam arsip Epstein Files.
Foto-foto tersebut menunjukkan tubuh telanjang beserta wajah korban, dengan latar pulau pribadi Epstein, pantai, hingga kamar tidur.
Kejadian ini memicu kecaman keras dari para korban dan pengacara mereka.
Seorang korban, Annie Farmer, menyebut kejadian tersebut sebagai sesuatu yang:
“extremely disturbing.”
Ia juga mengatakan:
“It’s hard to imagine a more egregious way of not protecting victims than having full nude images of them available for the world to download,”
[Sulit membayangkan cara yang lebih buruk dalam tidak melindungi korban selain membiarkan gambar telanjang mereka tersedia untuk diunduh oleh seluruh dunia.]
Pihak DoJ kemudian mengakui kelalaian dan menyatakan sedang bekerja keras untuk melakukan penyuntingan ulang serta menarik konten sensitif tersebut dari publik.
Siapa Jeffrey Epstein? Dari Guru hingga Konglomerat Misterius
Menurut laporan The Guardian, Jeffrey Epstein lahir di New York dan sempat menempuh pendidikan fisika dan matematika, meski tidak pernah lulus.
Pada 1970-an, ia bekerja sebagai guru di Dalton School sebelum masuk ke dunia keuangan melalui Bear Stearns.
Pada 1982, Epstein mendirikan J Epstein and Co, perusahaan manajemen keuangan yang mengelola aset klien lebih dari 1 miliar dolar AS.
Kekayaannya membawanya masuk ke lingkaran elite global, mulai dari politisi, selebritas, akademisi, hingga bangsawan internasional.
Meski dikenal memiliki jaringan luas, Epstein sangat tertutup soal kehidupan pribadinya dan kerap disebut sebagai sosok penuh teka-teki.
Kronologi Kasus Jeffrey Epstein: Dari 2005 hingga Tewas di Penjara
Kasus ini pertama kali terungkap pada 2005, ketika keluarga gadis berusia 14 tahun melaporkan dugaan pelecehan seksual di rumah Epstein di Palm Beach, Florida.
Polisi menemukan foto-foto remaja perempuan di seluruh propertinya.
Pada 2006, Epstein hanya didakwa atas tuduhan ringan, memicu kritik luas soal perlakuan istimewa.
Setahun kemudian, ia mencapai kesepakatan hukum kontroversial yang membuatnya terhindar dari dakwaan federal berat.
Pada Juni 2008, Epstein mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman 18 bulan penjara, namun hanya menjalani sekitar 13 bulan dengan fasilitas kerja di luar penjara.
Kasus ini kembali mencuat pada November 2018 setelah laporan investigatif Miami Herald membongkar peran jaksa dalam kesepakatan tersebut.
Penangkapan Terakhir dan Kematian Misterius
Pada 6 Juli 2019, Epstein ditangkap di New York atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur. Ia ditahan tanpa jaminan di Pusat Pemasyarakatan Metropolitan.
Namun pada 10 Agustus 2019, Epstein ditemukan tewas di dalam selnya.
Investigasi resmi menyatakan ia bunuh diri, meski kematiannya memicu teori konspirasi global yang tak pernah reda.
Alexander Acosta, pejabat yang terlibat dalam plea deal Epstein, akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Tenaga Kerja AS. (lz)