SOLOBALAPAN.COM – Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, memberikan klarifikasi tegas terkait beredarnya dokumen surat elektronik (e-mail) lawas yang menyeret namanya dalam lingkaran kasus mendiang Jeffrey Epstein.
Dokumen bertanggal Februari 2012 tersebut mengklaim adanya upaya pengaturan pertemuan pribadi antara Anwar dan Epstein.
Dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) tersebut memicu kegaduhan di media sosial karena menyebut Anwar sebagai potensi "tambang emas" bagi perbankan global jika ia bertemu dengan Epstein.
Melalui unggahan di media sosial resminya pada Minggu (1/2/2026), Anwar menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal pihak-pihak dalam korespondensi tersebut dan namanya telah dicatut tanpa izin.
Ia menegaskan tidak memiliki hubungan apa pun dengan Epstein dan menyebut namanya telah "dijual" oleh pihak luar tanpa sepengetahuannya.
Isi E-mail yang Mencatut Nama Anwar
Bocoran dokumen dari Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengungkapkan sebuah korespondensi di mana pengirimnya mengeklaim memiliki hubungan dekat dengan Anwar Ibrahim.
Dalam pesan tersebut, sang pengirim menyarankan agar Jeffrey Epstein bertemu dengan Anwar, yang saat itu diprediksi akan menjadi Perdana Menteri Malaysia.
"Haruskah kita mengatur pertemuan pribadi untuk JES (Jeffrey Epstein) dengan Anwar Ibrahim? Jika dia menjadi Perdana Menteri, itu bisa menjadi 'tambang emas' bagi JPM (JP Morgan)," bunyi kutipan e-mail yang viral tersebut.
Sang pengirim pesan juga mengklaim bahwa dirinya memiliki hubungan yang baik dengan PM Malaysia kesepuluh itu.
"Saya mengenal Anwar dengan baik, selalu menjalin hubungan dekat dengannya selama bertahun-tahun meskipun semua orang mengatakan dia sudah habis dan tidak akan pernah bisa kembali. Sekarang situasinya tampak berbeda," tulis pesan itu dalam dokumen yang beredar di X.
Respons Menohok PM Malaysia: #DoneExplain
Anwar Ibrahim mengaku baru mengetahui namanya dicatut dalam korespondensi gelap tersebut.
Melalui akun X resminya, ia memberikan pernyataan tegas sekaligus ekspresi muak terhadap pencatutan tersebut.
"Saya tidak memiliki hubungan apa pun dengan siapa pun dalam pertukaran e-mail itu, terutama Epstein," tulis Anwar disertai emoji wajah mual.
Ia menekankan bahwa kejadian tersebut terjadi belasan tahun lalu saat pihak-pihak luar mencoba mengambil keuntungan dengan menjual namanya.
Anwar menutup penjelasannya dengan tagar #DoneExplain, mengisyaratkan bahwa dirinya tidak ingin memperpanjang polemik yang dianggapnya sebagai upaya fitnah lama yang dihangatkan kembali. (dam)
Editor : Damianus Bram