SOLOBALAPAN.COM - Rilis terbaru Epstein Files kembali mengguncang publik global.
Kali ini, sorotan tajam mengarah pada Andrew Mountbatten-Windsor, mantan Pangeran Inggris, setelah foto-foto sensitif yang melibatkan dirinya dan seorang wanita tak dikenal ikut terbongkar ke publik.
Tak hanya namanya yang kembali muncul dalam jutaan dokumen Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), visual yang dirilis justru memunculkan lebih banyak pertanyaan: apa sebenarnya yang sedang terjadi dalam foto tersebut?
Foto Pangeran Andrew dan Wanita Telentang Jadi Sorotan
Dalam dokumen yang dirilis DOJ dan dikutip dari NDTV, beredar tiga foto yang memperlihatkan Pangeran Andrew dalam posisi tidak lazim.
Ia terlihat berjongkok dan merangkak di atas tubuh seorang wanita yang terbaring di lantai, dengan tangan menyentuh area pinggang dan perut.
Pada foto ketiga, Andrew tampak menatap langsung ke arah kamera.
Identitas perempuan tersebut disamarkan, dan tidak ada penjelasan resmi mengenai lokasi maupun waktu pengambilan gambar.
Ketiadaan konteks ini justru memicu spekulasi luas, terlebih karena foto-foto tersebut muncul sebagai bagian dari Epstein Files, kumpulan dokumen sensitif terkait jaringan kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Dugaan Lokasi dan Kesaksian Pengacara Korban
Seorang pengacara AS yang mewakili wanita dalam foto tersebut mengungkap bahwa pertemuan itu diduga terjadi di kediaman Pangeran Andrew di kawasan Windsor pada 2010, saat kliennya berusia sekitar 20-an tahun.
Brad Edwards dari firma hukum Edwards Henderson di Florida menyebut, setelah bermalam bersama Andrew, kliennya bahkan diajak berkeliling Istana Buckingham.
Ia juga mengungkap adanya komunikasi antara kliennya dan Andrew sebelum pertemuan tersebut terjadi, serta membuka kemungkinan gugatan perdata.
Email Perempuan Rusia Bongkar Klaim “Putus Hubungan”
Temuan foto ini diperkuat oleh korespondensi email yang ikut dibuka dalam rilis dokumen setebal 3 juta halaman.
Salah satu yang paling disorot adalah email Epstein kepada Andrew pada 2010—dua tahun setelah Epstein divonis bersalah dalam kasus prostitusi anak.
Dalam email tersebut, Epstein menawarkan perkenalan dengan seorang perempuan Rusia berusia 26 tahun yang digambarkan sebagai “cerdas, cantik, dan dapat dipercaya”.
Andrew membalas dengan antusias dan menyatakan kesediaannya bertemu.
Bukti ini secara langsung bertentangan dengan pernyataan Andrew dalam wawancara tahun 2019, di mana ia mengklaim telah memutus hubungan dengan Epstein sejak 2008.
Tekanan Politik dan Reaksi Pemerintah Inggris
Skandal ini memicu respons keras dari Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang menegaskan bahwa Andrew harus bersedia memberikan kesaksian di hadapan Kongres AS apabila diminta.
Tekanan publik juga meningkat terhadap Raja Charles III.
Sumber internal menyebut adanya desakan agar Andrew segera diusir dari Royal Lodge di Windsor dan sepenuhnya dipisahkan dari fasilitas kerajaan, menyusul pencabutan gelar HRH pada Oktober 2025.
Hingga kini, Andrew belum memberikan pernyataan resmi terkait rilis dokumen Februari 2026 tersebut.
Epstein Files: Bukan Sekadar Nama, tapi Bukti Visual
Epstein Files sendiri merupakan salah satu pengungkapan dokumen terbesar dalam sejarah AS, mencakup buku kontak, catatan penerbangan jet pribadi, email, hingga foto-foto yang sebelumnya tidak pernah dipublikasikan.
Selain Pangeran Andrew, berkas ini juga menyeret banyak tokoh terkenal dunia.
Namun, kemunculan foto visual yang eksplisit secara posisi membuat kasus Andrew menjadi salah satu yang paling menyita perhatian.
Meski konteks foto belum dijelaskan secara resmi, kemunculannya memperkuat tekanan publik dan politik agar seluruh pihak yang disebut dalam Epstein Files bertanggung jawab secara hukum dan moral. (lz)
Editor : Laila Zakiya