SOLOBALAPAN.COM - Perilisan besar-besaran Epstein Files oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) kembali mengguncang publik dunia.
Jutaan halaman dokumen yang selama bertahun-tahun tertutup kini dibuka, memperlihatkan luasnya jaringan relasi mendiang Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang kasusnya berdampak lintas negara, politik, dan industri hiburan.
Dokumen ini tak hanya mengungkap data visual dalam jumlah masif, tetapi juga menyeret nama-nama tokoh ternama dunia, dari politisi, bangsawan, hingga pengusaha teknologi.
Jutaan Dokumen, Ribuan Video, dan Ratusan Ribu Gambar
DOJ secara resmi merilis lebih dari 3 juta halaman dokumen, 2.000 video, dan 180.000 gambar yang berkaitan dengan penyelidikan Epstein.
Wakil Jaksa Agung AS, Todd Blanche, menyebut rilis ini sebagai bentuk kepatuhan terhadap undang-undang transparansi.
“Upaya pengumpulan data oleh departemen menghasilkan identifikasi lebih dari 6 juta halaman yang berpotensi relevan, termasuk email Departemen dan FBI, ringkasan wawancara, gambar, video, dan berbagai materi lain yang dikumpulkan dan dihasilkan selama berbagai investigasi dan penuntutan yang dicakup oleh undang-undang tersebut,” kata Blanche, sebagaimana dikutip The Guardian.
Sebagian besar materi visual yang disita dari perangkat Epstein disebut berisi konten pornografi komersial, sementara dokumen lain memuat email, catatan investigasi, hingga arsip terkait kematian Epstein di penjara.
Siapa Jeffrey Epstein dan Mengapa Kasusnya Sensitif?
Jeffrey Epstein dikenal sebagai pengelola perusahaan keuangan J. Epstein and Co dengan nilai aset klien lebih dari 1 miliar dolar AS.
Di balik citra finansialnya, Epstein dituduh melakukan eksploitasi dan pelecehan seksual terhadap puluhan gadis di bawah umur di sejumlah properti miliknya.
Ia ditangkap pada 2019 terkait kasus perdagangan seks dan memiliki kedekatan dengan berbagai figur elit dunia, termasuk mantan Pangeran Andrew, Donald Trump, dan Bill Clinton.
Sensitivitas kasus ini membuat rilis dokumen Epstein sejak awal dinilai memiliki dampak politik yang besar di Amerika Serikat.
Email dan Nama Tokoh Ternama Ikut Terseret
Dari jutaan halaman dokumen, publik menyoroti keterkaitan Epstein dengan sejumlah tokoh berpengaruh.
Salah satunya adalah korespondensi email antara Epstein dan Elon Musk pada 2012, yang memuat pertanyaan terkait "berapa banyak orang yang akan ikut helikopter ke pulau itu?" dan "hari/malam apa pesta paling meriah di pulau kita?".
Selain itu, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick disebut pernah berkunjung ke pulau pribadi Epstein pada Desember 2012.
Namun, Lutnick mengklaim dirinya dan sang istri merasa sangat "muak" dan memutuskan "tidak pernah berada di ruangan yang sama dengan orang menjijikkan itu lagi".
Nama Andrew Mountbatten-Windsor atau Pangeran Andrew juga kembali mencuat.
Dokumen menyebut sosok yang disebut sebagai “The Duke”, diyakini merujuk pada Pangeran Andrew, termasuk pembahasan makan malam di Istana Buckingham dan tawaran perkenalan seorang perempuan asal Rusia.
Tokoh Politik hingga Pengunduran Diri Pejabat
Dokumen perbankan menunjukkan Epstein diduga melakukan transfer uang senilai total US$ 75.000 ke akun yang terkait dengan Lord Mandelson, politisi Inggris.
Mandelson menyatakan tidak mengingat atau meragukan keaslian dokumen tersebut.
Di Eropa, dampaknya terasa nyata. Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico, menerima pengunduran diri penasihat keamanan nasional Miroslav Lajcak setelah terungkap adanya komunikasi dengan Epstein.
Lajcak mengakui komunikasi tersebut, namun membantah memiliki hubungan apa pun.
Trump, Bill Gates, dan Klarifikasi Bantahan
Nama Donald Trump muncul ratusan kali dalam dokumen, sebagian besar dalam bentuk laporan tip yang belum diverifikasi.
Pemerintah AS menegaskan banyak klaim bersifat sensasional dan tidak berdasar, sementara Trump membantah mengetahui kejahatan Epstein dan menyebut hubungan mereka telah lama berakhir.
Sementara itu, dokumen yang menyinggung Bill Gates juga menuai sorotan.
Juru bicara Gates menyebut klaim tersebut “absurd dan sepenuhnya tidak benar”, serta menilai dokumen itu sebagai upaya pencemaran nama baik.
Gelombang Reaksi Publik dan Dokumenter Kembali Viral
Rilis tahap akhir Epstein Files memicu lonjakan pencarian global dan membuat dokumenter Netflix "Jeffrey Epstein: Filthy Rich" kembali menempati jajaran teratas tontonan.
Publik menilai dokumen terbaru membuka skala kasus yang jauh lebih luas dibanding rilis sebelumnya.
"Dokumen ini adalah potongan puzzle terakhir yang selama ini hilang. Apa yang kita tonton di Netflix tahun 2020 hanyalah puncak gunung es," tulis salah satu pengamat hukum di platform X (Twitter), Minggu (1/2).
Meski DOJ menyatakan proses peninjauan dokumen telah selesai, perdebatan belum mereda. Banyak pihak masih mempertanyakan apakah seluruh arsip Epstein benar-benar telah dibuka, atau masih ada fakta besar yang belum terungkap. (lz)
Editor : Laila Zakiya