SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Kabar memilukan datang dari keluarga penyanyi jebolan Indonesian Idol, Keisya Levronka.
Sang adik, Lexi Valleno Havlenda, menjadi korban kecelakaan mengerikan di lingkungan kampusnya di kawasan Grogol, Jakarta Barat.
Kasus yang sebenarnya terjadi dua tahun lalu ini kembali mencuat dan viral setelah sang ibunda, Levi Leonita Davies, menuntut keadilan melalui media sosial karena merasa pihak kampus lepas tangan.
Levi mengungkapkan bahwa putranya jatuh dari lantai 6 gedung kampus saat mengikuti kegiatan latihan organisasi pecinta alam.
Hingga kini, Lexi masih harus menjalani serangkaian pengobatan akibat insiden tersebut.
Kronologi Kejadian: Latihan Caving Berujung Petaka
Berdasarkan penuturan Levi, peristiwa nahas tersebut terjadi pada bulan April 2024.
Saat itu, Lexi yang merupakan mahasiswa Hukum angkatan 2023 tengah mengikuti kegiatan latihan Caving (penelusuran gua) yang diadakan oleh organisasi Mahasiswa Hukum Pencinta Alam di gedung kampus.
Namun, latihan tersebut berubah menjadi tragedi karena dugaan kelalaian peralatan.
-
Waktu Kejadian: April 2024.
-
Lokasi: Gedung Kampus di Grogol, Jakarta Barat (Lantai 6).
-
Penyebab Jatuh: Pengait (carabiner) tali pengaman terlepas saat latihan.
-
Akibat: Korban terjatuh bebas dari ketinggian lantai 6.
"Singkat cerita, pada hari itu juga ananda terjatuh dari lantai 6 gedung kampus dikarenakan pengaitnya terlepas," tulis Levi dalam unggahannya, Minggu (1/2/2026).
Evakuasi Diduga Salah Prosedur
Kemarahan Levi semakin memuncak ketika mengetahui prosedur penanganan pertama yang dilakukan pihak kampus terhadap anaknya yang terluka parah.
Bukannya memanggil ambulans atau tim medis profesional, korban justru dievakuasi dengan cara yang dinilai membahayakan dan memperparah cedera.
Baca Juga: Dituding Hamil 'Anak Haram', Amanda Manopo Tulis Pesan Haru, Kenny Austin Pasang Badan Lawan Haters
Levi menyoroti beberapa kesalahan fatal dalam penanganan pertama tersebut:
-
Tidak Memanggil Ambulans: Korban dibawa menggunakan taksi online.
-
Posisi Evakuasi Salah: Korban yang jatuh dari ketinggian dibopong, lalu didudukkan di kursi roda, sebelum akhirnya ditidurkan kembali di dalam mobil.
"Kenapa anak saya diangkat dan didudukkan? Yang mungkin jika itu tidak dilakukan, cederanya tidak sefatal seperti ini," protes Levi. Ia menyayangkan keputusan tersebut karena rumah sakit tujuan sebenarnya masih berada dalam satu yayasan dengan kampus.
Tuntutan Keluarga dan Respons Kampus
Hingga saat ini, kondisi Lexi belum pulih total.
Ia masih harus rutin melakukan kontrol ke beberapa dokter spesialis, menjalani terapi saraf, dan mengonsumsi obat jalan.
Sayangnya, perjuangan keluarga untuk mendapatkan pertanggungjawaban dari pihak kampus dan organisasi menemui jalan buntu.
Levi mengaku sudah dua kali melakukan pertemuan dengan pihak kampus, namun hasilnya nihil.
Pihak-pihak terkait dinilai saling lempar tanggung jawab.
"Lalu siapa yang bertanggung jawab? Ya, tidak ada. Saling lempar dan janji-janji tak pasti. Sementara dari pihak kampus atau organisasi tidak ada kejelasan," ungkapnya kecewa.
Kasus ini kini mendapat atensi luas dari netizen, termasuk dukungan dari rekan artis seperti Ziva Magnolya yang turut membagikan kisah pilu ini agar keadilan bagi Lexi segera terwujud. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo