Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siapa Owner Whip Pink Indonesia? 'Ngebalon' Viral Jadi Sorotan usai Lula Lahfah Dikabarkan Meninggal Dunia di Apartemen, BNN Tegaskan Bahayanya!

Laila Zakiya • Kamis, 29 Januari 2026 | 11:27 WIB

 

Whippink atau Whip Pink
Whippink atau Whip Pink

SOLOBALAPAN.COM - Nama Whip Pink mendadak menjadi sorotan publik setelah kabar duka mengenai selebgram Lula Lahfah ramai diperbincangkan.

Produk yang sejatinya dikenal sebagai alat dapur ini ikut terseret dalam perbincangan lantaran dikaitkan dengan praktik “ngebalon” atau menghirup gas nitrous oxide (N₂O) demi efek euforia.

Fenomena ini tidak hanya memicu rasa penasaran soal bahaya gas tertawa, tetapi juga memunculkan spekulasi liar mengenai siapa pemilik atau owner Whip Pink Indonesia yang ramai dibahas di media sosial.

BNN Tegaskan Bahaya Gas Tertawa jika Disalahgunakan

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI secara tegas mengingatkan bahwa penyalahgunaan gas tertawa sangat berisiko bagi kesehatan.

Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa penggunaan N₂O di luar konteks medis dapat berdampak fatal.

“Dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, kekurangan vitamin B12 yang parah, hingga risiko kematian akibat kekurangan oksigen (hipoksia),” ucap Suyudi saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan bahwa gas ini kerap disalahgunakan sebagai inhalan demi efek euforia singkat, relaksasi, atau halusinasi ringan.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mencoba-coba mengonsumsinya.

Meski berbahaya, BNN mengungkap bahwa hingga awal 2026, gas tertawa belum diklasifikasikan sebagai narkotika atau psikotropika dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 maupun daftar terbaru Permenkes Nomor 7 Tahun 2025.

“Di berbagai negara, N2O kini semakin ketat diatur dan bahkan diklasifikasikan sebagai zat terlarang (narkoba) jika digunakan untuk tujuan rekreasi,” bebernya.

Whip Pink: Produk Kuliner yang Disalahpahami

Whip Pink sendiri merupakan merek whipped cream charger berbasis nitrous oxide yang ditujukan untuk kebutuhan kuliner.

Produk ini dikelola oleh PT Suplaindo Sukses Sejahtera dan digunakan secara luas di dunia dapur untuk menghasilkan tekstur krim yang lembut dan stabil.

Dalam laman resminya, Whip Pink menuliskan disclaimer, “Produk WHIP-PINK secara eksklusif ditujukan untuk penggunaan kuliner. Menghirup atau menggunakan dengan cara yang salah sama sekali dilarang.”

Namun, diskusi di media sosial menunjukkan adanya kebingungan publik antara fungsi kuliner dan praktik penyalahgunaan.

Gas yang seharusnya digunakan melalui dispenser krim justru dialirkan ke balon dan dihirup secara langsung, sebuah praktik yang berisiko tinggi.

Harga Whip Pink Jadi Perbincangan

Selain fungsinya, harga Whip Pink juga menjadi sorotan warganet.

Berdasarkan pantauan laman resminya, harga produk bervariasi tergantung ukuran dan wilayah:

640 gram Bali: Rp650.000
640 gram Jakarta: Rp530.000
950 gram Jakarta: Rp805.000

Perbedaan label wilayah ini turut memicu diskusi panjang di platform X dan Threads, terutama soal potensi penyalahgunaan dan segmentasi pasar.

Spekulasi Owner Whip Pink Ramai di Media Sosial

Seiring viralnya kasus Lula Lahfah, isu mengenai pemilik Whip Pink ikut menyeruak.

Berbagai spekulasi muncul, bahkan menyeret nama figur publik.

"Waduh rame nih kasus, kesimpulan nya disebut sebut owner Whipp1nk adalah seorang artis besar di Indonesiya berinisial “B” siapakah?” tulis sebuah akun di Threads.

Komentar lain bahkan bernada sensasional.

"FYI si mister pink ini akan menjadi gubernur atau bahkan presiden 20 tahun mendatang, percaya silahkan enggak ya silahkan. Nih gue kasih fakta baru lagu dibantu si gateng satu ini,"

Namun, ada pula akun yang mencoba mengklarifikasi isu tersebut.

"Biar enggak pada penasaran siapakah owner ceo Whip Pink laughing gas nih owner, CEO-nya! Selain dia, itu hoax jangan percaya! Ada yang kenal sama anak ini?" tulis akun Thread Syiifaachria.

Akun tersebut menyebut sosok Arxyad Sam Albanjari sebagai CEO, bahkan mengunggah foto kebersamaannya dengan Reza Arap.

Di sisi lain, muncul pula klaim berbeda dari warganet lain.

"Udah enggak usah didebatin lagi. Kalo lo bisa nunjukin bukti bukan cuma cuap cuap pengen cari engagement lets go. Kita bantu ramein,"

Dalam unggahan tersebut, pemilik Whip Pink disebut sebagai Jason Hioe.

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi klaim-klaim personal tersebut.

Yang dapat dipastikan, merek dagang Whip Pink merupakan produk tabung gas N₂O yang diproduksi atau didistribusikan oleh PT Suplaindo Sukses Sejahtera dan dikenal di industri kuliner sebagai whipped cream charger.

Kasus viral ini sekaligus menjadi pengingat bahwa produk dapur berbasis gas memiliki fungsi spesifik dan risiko besar jika disalahgunakan. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #Whip Pink Indonesia #meninggal dunia #bnn #gas tertawa #lula lahfah #selebgram #whip pink