Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Polisi Sidak Pabrik Es Gabus di Depok Imbas Viral, Benarkah Temukan Kejanggalan? Pak Sudrajat Sampai Trauma Jualan

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 28 Januari 2026 | 18:14 WIB

Nasib pilu menimpa seorang penjual es kue di Kemayoran. Pria bernama Sudrajat ini mengaku menjadi korban kekerasan oleh oknum.
Nasib pilu menimpa seorang penjual es kue di Kemayoran. Pria bernama Sudrajat ini mengaku menjadi korban kekerasan oleh oknum.

SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Penyelidikan kasus viral tuduhan penjualan es gabus berbahan spons yang menimpa pedagang keliling bernama Sudrajat (49), terus bergulir.

Setelah memastikan kondisi es aman melalui pemeriksaan awal Tim Dokpol, Polres Metro Jakarta Pusat kini bergerak menelusuri hulu produksi dengan memeriksa pabrik rumahan tempat Sudrajat mengambil dagangannya.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengonfirmasi bahwa timnya telah mendatangi lokasi produksi yang terletak di wilayah Depok, Jawa Barat.

Dari hasil inspeksi langsung tersebut, polisi memberikan temuan sementara yang cukup melegakan.

Produksi Normal, Tidak Ada Indikasi Aneh

Berdasarkan pengamatan kepolisian di lokasi pabrik, tidak ditemukan adanya indikasi penggunaan bahan berbahaya seperti spons atau Polyurethane Foam (PU Foam) sebagaimana yang dituduhkan dalam laporan warga.

Baca Juga: Viral Dituduh Jual Es Gabus Spons, Pak Sudrajat Babak Belur Dianiaya Aparat: Ditendang hingga Dipaksa Minum Air Comberan

"Pabrik di Depok. Untuk saat ini kita tidak melihat hal yang aneh. Komposisi yang disampaikan dan cara membuat yang disampaikan oleh pabrik es itu masih terlihat normal atau makanan biasa," ungkap AKBP Roby, Rabu (28/1/2026).

Meski pengamatan visual menunjukkan proses produksi yang wajar, polisi menegaskan belum bisa mengambil kesimpulan final secara hukum sebelum hasil uji ilmiah keluar.

Saat ini, kepolisian masih menunggu hasil resmi dari dua instansi terkait:

Opsi Beralih Usaha untuk Pak Sudrajat

Di sisi lain, kepolisian juga menaruh perhatian pada nasib Sudrajat pasca-kejadian ini.

Dalam pemeriksaan sebelumnya, polisi sempat berdiskusi mengenai rencana ke depan jika—dalam skenario terburuk—hasil laboratorium menunjukkan ketidaklayakan jual pada produk es tersebut.

Sudrajat mengaku memiliki rencana cadangan untuk beralih dagangan jika es gabus tak lagi bisa dijual.

Polisi pun berkomitmen untuk memberikan pendampingan agar Sudrajat bisa kembali mencari nafkah dengan tenang.

"Kemarin Pak Sudrajat katanya mau jualan yang lain. Lain itu apa? Gorengan atau telur gulung gitu-gitu. Kalaupun memang itu, nanti kita akan dampingi, bantu untuk Pak Sudrajat bisa menjual yang tadi dia sampaikan," tambah Roby.

Baca Juga: Berapa Harga Whip Pink, Tabung Pink 'Berbahaya' yang Viral usai Kabar Lula Lahfah Meninggal Dunia di Apartemennya?

Awal Mula Kasus

Kasus ini bermula dari laporan warga bernama M. Arief Fadillah di Kemayoran yang mencurigai tekstur es gabus dagangan Sudrajat mengandung busa kasur.

Laporan tersebut memicu pemeriksaan oleh tim Reskrim Polsek Kemayoran dan Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya.

Hasil pemeriksaan awal Dokkes sebenarnya sudah cukup jelas:

Kini, publik menunggu hasil final dari Labfor Polri untuk benar-benar membersihkan nama baik produk tersebut dan mengakhiri polemik yang sempat membuat Sudrajat trauma. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#viral #polisi #sudrajat #pabrik #depok #Es Gabus #trauma #kejanggalan