SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) membawa kabar segar bagi para tenaga profesional yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mulai 1 Februari 2026, pegawai inti SPPG akan resmi diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengangkatan ini diprioritaskan bagi pegawai inti yang telah lama bertugas, meliputi Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan.
Namun, Dadan menegaskan bahwa status ini tidak didapat secara otomatis.
Wajib Lulus Seleksi
"Tentu lewat tes, semua lewat seleksi. Mereka harus lulus tes Computer Assisted Test (CAT). Kalau tidak lulus, ya tidak bisa jadi ASN," tegas Dadan, Senin (19/1/2026).
Penting dicatat, skema pengangkatan ini tidak berlaku bagi relawan dapur umum maupun pegawai inti yang baru saja bergabung (harus menunggu giliran berikutnya).
Mengenai besaran gaji, meski belum ada aturan spesifik untuk SPPG, nominalnya diproyeksikan mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 11 Tahun 2024 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK.
Berikut estimasinya:
Estimasi Gaji Pokok Pegawai Inti SPPG (Acuan Perpres 11/2024)
| Golongan | Masa Kerja | Gaji Pokok (Per Bulan) |
| Golongan I | 0 Tahun | Rp 1.938.500 |
| Golongan II | 3 Tahun | Rp 2.116.900 |
| Golongan III | 3 Tahun | Rp 2.206.500 |
| Golongan IV | 3 Tahun | Rp 2.299.800 |
| Golongan V | 0 Tahun | Rp 2.511.500 |
| Golongan VI | 3 Tahun | Rp 2.742.800 |
| Golongan VII | 3 Tahun | Rp 2.858.800 |
| Golongan IX | 0 Tahun | Rp 3.203.600 |
| Golongan X | 0 Tahun | Rp 3.339.100 |
| Golongan XI | 0 Tahun | Rp 3.480.300 |
| Golongan XV | 0 Tahun | Rp 4.107.600 |
| Golongan XVII | 0 Tahun | Rp 4.462.500 |
Catatan: Nominal di atas adalah gaji pokok, belum termasuk tunjangan lainnya.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme para garda terdepan pemenuhan gizi nasional. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo