SOLOBALAPAN.COM – Aktor kenamaan Dude Harlino akhirnya memberikan klarifikasi terkait keterlibatannya sebagai Brand Ambassador (BA) PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang kini tengah terseret kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana.
Dude mengaku sangat sedih dan prihatin, terutama karena banyak korban yang berinvestasi setelah melihat dirinya menjadi wajah dari perusahaan penyedia layanan fintech berbasis syariah tersebut.
Sebagai mantan Brand Ambassador perusahaan tersebut, Dude mengaku miris dan merasa memiliki beban moral yang besar terhadap ribuan korban.
Pasalnya, total kerugian para investor (lender) dalam kasus yang saat ini ditangani Bareskrim Polri tersebut diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni Rp2,4 triliun.
Dude Harlino: Sempat Uji Coba Jadi Lender Pribadi
Dude Harlino mengaku sangat sedih karena awalnya ia melihat perusahaan ini berjalan dengan sangat baik dan profesional. Untuk memastikan kredibilitas DSI sebelum mempromosikannya, Dude bahkan sempat menyetorkan dana pribadinya sebagai lender.
"Sekitar 2-3 tahun lalu saya bergabung sebagai lender. Saya tempatkan dana untuk mencoba, ini benar atau tidak. Ternyata saat itu memang benar ada imbal hasilnya berjalan rutin," ungkap Dude dikutip dari JawaPos.com, Selasa (20/1/2026).
Dude sempat menjadi investor selama satu tahun dan berhasil menarik modal beserta bagi hasilnya secara lancar sebelum akhirnya kontrak sebagai BA selesai.
Alasan Dude Percaya pada DSI: Legalitas OJK dan Jaminan Properti
Suami Alyssa Soebandono ini menegaskan bahwa dirinya tidak asal menerima tawaran pekerjaan.
Sebelum bersedia menjadi wajah dari DSI, ia telah melakukan pengecekan mendalam terhadap legalitas perusahaan.
Ada tiga faktor utama yang membuat Dude yakin saat itu, yang pertama adalah izin resmi. Dimana perusahaan ini memiliki izin dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Yang kedua adanya pengawasan Dewan Pengawas Syariah untuk memastikan bisnis berjalan sesuai syariat Islam.
Ketuga adalah jaminan aset, dimana pihak DSI menjanjikan dana lender aman karena bergerak di bidang properti dengan jaminan tanah.
"Yang membuat saya lebih yakin lagi adalah ada label syariahnya, itu yang membuat semangatnya berbeda," tambah Dude.
Ribuan Korban Merugi, Dana Pensiun Ludes
Kini, kenyataan pahit harus dihadapi ribuan orang. Dude mengaku banyak menerima curhatan dari para korban, mulai dari kerugian puluhan juta hingga miliaran rupiah.
Salah satu yang paling menyedihkan adalah kisah Ketua Paguyuban Korban DSI, Ahmad Pitoyo.
"Pak Ahmad Pitoyo sendiri kerugiannya cukup besar karena semua dana pensiun beliau masuk ke situ," kata Dude dengan nada prihatin.
Saat ini, kasus dugaan penipuan massal ini tengah ditangani serius oleh Bareskrim Polri.
Status kasus pun dikabarkan telah naik ke tahap penyidikan karena terpenuhinya unsur pidana. (dam)
Editor : Damianus Bram