SOLOBALAPAN.COM - Kepergian Rylan Henry Pribadi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Pribadi dan orang-orang terdekatnya.
Remaja berusia 17 tahun ini berpulang akibat kecelakaan ski di Jepang pada 7 Januari 2026, tepat saat ia tengah melakukan olahraga yang paling dicintainya.
Di balik latar belakang keluarga pengusaha ternama, Rylan dikenal sebagai sosok sederhana, mandiri, dan berprestasi.
Ia bukan hanya cucu dari konglomerat Henry Pribadi, tetapi juga seorang remaja dengan mimpi besar yang tumbuh dari kecintaannya pada salju.
Profil Singkat Rylan Henry Pribadi
Rylan Henry Pribadi lahir pada 22 Februari 2008.
Ia merupakan putra dari pasangan Reza Pribadi dan Jacqueline Anne Pitch Pribadi.
Sejak kecil, ia dibesarkan dengan nilai kerja keras dan integritas yang kuat, meski berada di lingkungan keluarga pengusaha besar dengan jejaring bisnis luas di berbagai sektor.
Sayangnya, perjalanan hidup Rylan harus terhenti di usia yang sangat muda akibat kecelakaan olahraga saat berlibur di Jepang.
Hidup Mandiri dan Berprestasi di Luar Negeri
Dalam perjalanan pendidikannya, Rylan menempuh sekolah menengah di Brisbane Grammar School (BGS), Australia.
Berada jauh dari keluarga dan fasilitas mewah di Tanah Air, ia hidup mandiri di asrama sekolah.
Di lingkungan sekolah, Rylan dikenal tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati tinggi.
Ia sering membantu teman-temannya yang kesulitan belajar dan menjadi sosok yang merangkul siswa lain yang merasa tersisih.
Ski, Lebih dari Sekadar Hobi
Bagi Rylan, ski bukan hanya aktivitas liburan, melainkan bagian dari hidupnya.
Sang ayah, Reza Pribadi, mengenang betapa besarnya cinta putranya terhadap olahraga salju tersebut.
"Rylan adalah pemain ski tingkat lanjut (advanced). Dia belajar ski sejak usia 3 tahun. Ski adalah apa yang dia tonton di YouTube, apa yang dia unggah ulang di TikTok," kata Reza Pribadi, dikutip dari Youtube Atoe mtvm, Sabtu (17/1/2026).
Kecintaan itu tumbuh sejak balita dan terus berkembang hingga remaja.
Ski menjadi satu-satunya hal yang mampu membuat Rylan bangun paling pagi tanpa dibangunkan, terutama saat liburan musim dingin.
Cita-cita Besar: Kuliah di Jenewa
Hasrat Rylan terhadap ski bahkan memengaruhi rencana masa depannya.
Ia bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Swiss agar bisa lebih dekat dengan lereng ski terbaik dunia.
"Dia bahkan mencoba membujuk kami untuk mengirimnya kuliah ke Jenewa agar dia bisa dengan mudah mengakses beberapa lereng ski terbaik di dunia," sambungnya.
Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar, keluarga memberikan klarifikasi tegas terkait insiden yang merenggut nyawa Rylan.
Sang ayah menegaskan bahwa putranya tidak melakukan tindakan berbahaya.
"Kami ingin mengklarifikasi bahwa Rylan melakukan hal yang benar. Kami sudah melarangnya untuk bermain di luar jalur (off-piste), dan dia mematuhi itu," tegas pria itu.
Meski penyebab pasti kecelakaan masih menyisakan tanda tanya, keluarga mengaku terhibur karena Rylan berpulang saat menjalani aktivitas yang paling ia cintai.
Perjalanan Terakhir Bersama Sang Ayah
Beberapa waktu sebelum kepergiannya, Rylan sempat menjalani perjalanan berdua dengan sang ayah dalam sebuah **Father-Son Trip** ke Eropa. Dalam 12 hari tersebut, mereka menuntaskan daftar keinginan Rylan.
Mereka menyaksikan langsung pertandingan klub favorit Rylan, mulai dari Chelsea vs Arsenal di London hingga Real Madrid vs Manchester City di Madrid.
"Seluruh perjalanan itu merangkum 17 tahun hidupnya bersama saya. Saya merasa kami memperbarui hubungan dekat yang selalu kami miliki tanpa gangguan," jelasnya.
Perjalanan tersebut kini menjadi kenangan berharga yang tak ternilai bagi keluarga.
Meski duka begitu mendalam, keluarga berusaha mengikhlaskan kepergian Rylan. Sang ayah mengungkapkan perasaannya dengan penuh haru.
"Kecelakaan Rylan bukanlah hal yang biasa terjadi dalam kecelakaan ski, dan kami akan selalu bertanya-tanya tentang bagaimana dan mengapa hal itu bisa terjadi. Namun, kami merasa terhibur karena dia pergi saat sedang melakukan apa yang paling dia cintai," katanya
"Saya akan merindukan rekan petualangan dan rekan ski saya. Tapi saya tahu, dia akan baik-baik saja di sana," tandasnya kemudian. (lz)
Editor : Laila Zakiya