Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Siapa Henry Pribadi? Viral Rylan Henry Pribadi Meninggal saat Main Ski, Cucu Konglomerat Group Dikenal Rendah Hati

Laila Zakiya • Minggu, 18 Januari 2026 | 12:19 WIB

 

kolase Henry Pribadi dan mendiang Rylan Henry Pribadi.
kolase Henry Pribadi dan mendiang Rylan Henry Pribadi.

SOLOBALAPAN.COM - Duka mendalam tengah menyelimuti keluarga besar Henry Pribadi, salah satu konglomerat ternama Indonesia.

Publik dikejutkan oleh kabar meninggalnya Rylan Henry Pribadi, cucu Henry Pribadi, yang wafat secara tragis saat bermain ski di Jepang pada awal Januari 2026.

Peristiwa ini tak hanya menjadi perhatian masyarakat luas, tetapi juga mengundang simpati dari sejumlah tokoh nasional, sekaligus membuat publik kembali menyoroti sosok Henry Pribadi, pendiri Napan Group, serta perjalanan panjang bisnis dan kehidupan keluarganya.

Rylan Henry Pribadi Meninggal saat Bermain Ski di Jepang

Kabar duka pertama kali mencuat setelah media asing memberitakan insiden tragis yang menimpa Rylan Henry Pribadi pada 7 Januari 2026.

Remaja berusia 17 tahun itu dikabarkan meninggal dunia akibat kecelakaan olahraga saat berada di kawasan wisata ski Niseko, Hokkaido, Jepang.

Nasib tragis tersebut sontak menyita perhatian publik, mengingat Rylan merupakan putra dari pengusaha Reza Pribadi dan cucu dari konglomerat nasional Henry Pribadi.

Berdasarkan keterangan yang beredar, insiden bermula saat korban meluncur di lintasan ski seorang diri.

Kronologi Kecelakaan Versi Kepolisian Jepang

Peristiwa ini pertama kali diketahui ketika seorang pemain ski lain melihat tubuh korban tergeletak di lintasan dalam kondisi tidak bergerak.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh pihak pengelola resor.

Petugas resor mendapati korban dalam kondisi tidak sadarkan diri dan langsung menghubungi layanan darurat serta kepolisian.

Meski sempat dievakuasi ke rumah sakit terdekat, nyawa korban tidak tertolong.

Berdasarkan keterangan Kepolisian Hokkaido, di lokasi kejadian terdapat deretan tiang dengan jarak sekitar 10 meter yang dihubungkan tali pembatas lintasan.

Saat meluncur, korban diduga tidak menyadari keberadaan tali tersebut.

“Asfiksia disebabkan oleh tekanan pada bagian leher akibat lilitan tali pembatas lintasan,” ujar pihak kepolisian.

Hasil autopsi menunjukkan bahwa korban meninggal dunia akibat asfiksia atau mati lemas, tanpa ditemukan cedera berat lain di tubuh korban.

Ucapan Duka dari Tokoh Nasional

Kepergian Rylan Henry Pribadi memicu gelombang empati dari berbagai tokoh nasional.

Salah satunya datang dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menyampaikan belasungkawa melalui unggahan media sosial.

"Saya dan Ibu Yanti @yanti.airlangga menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ananda Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat kami, keluarga pengusaha nasional, Bapak Reza Pribadi dan cucu Bapak Henry Pribadi.

Kiranya Tuhan Yang Maha Esa memberikan almarhum Rylan tempat terbaik di sisi-Nya, serta menguatkan keluarga yang ditinggalkan dengan ketabahan dan keikhlasan. Aamiin YRA,"

Ungkapan belasungkawa juga datang dari Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie.

"Turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya Rylan Henry Pribadi, putra dari sahabat saya Reza Pribadi @rezpribadi. Rylan juga cucu dari mantan tetangga kami, Pak Henry Pribadi,”

Anindya mengenang Rylan sebagai sosok muda dengan karakter positif dan prestasi membanggakan.

Rylan Henry Pribadi Dikenal Rendah Hati

Meski berasal dari keluarga konglomerat, Rylan dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan rendah hati.

"Saya merasa bangga menyaksikan Rylan tumbuh menjadi pemuda yang bijaksana, percaya diri, dan memiliki aspirasi tinggi," kata pria itu.

Ia juga disebut tidak pernah menyombongkan latar belakang maupun prestasinya.

"Dia tidak pernah menyombongkan diri tentang prestasinya, dia gigih dan sangat cakap, namun selalu tulus, rendah hati, dan jujur," sambungnya.

Banyak pihak menilai Rylan memiliki masa depan yang cerah sebelum akhirnya maut lebih dulu menjemputnya.

Siapa Henry Pribadi? Konglomerat Pendiri Napan Group

Di balik kabar duka ini, perhatian publik kembali tertuju pada sosok Henry Pribadi.

Ia dikenal sebagai salah satu konglomerat besar Indonesia yang berjaya pada era 1980–1990-an.

Henry Pribadi lahir di Kudus pada tahun 1948 dengan nama Liem Oen Hauw.

Bersama dua saudaranya, ia merintis Napan Group sejak Maret 1972 dari usaha dagang sederhana.

Dalam perjalanannya, Napan Group berkembang pesat dan merambah berbagai sektor strategis seperti petrokimia, manufaktur, properti, telekomunikasi, hingga perhotelan.

Pada puncak kejayaannya di tahun 1996, pendapatan grup ini menembus lebih dari Rp1 triliun.

Bertahan dari Krisis dan Regenerasi Bisnis

Krisis moneter 1997–1998 menjadi titik balik besar bagi imperium bisnis Henry Pribadi.

Napan Group tercatat sebagai salah satu obligor besar di bawah pengawasan BPPN dengan kewajiban mencapai Rp2,98 triliun.

Meski demikian, melalui restrukturisasi dan negosiasi panjang, sejumlah unit usaha tetap bertahan dan beroperasi hingga kini, termasuk di sektor kemasan plastik, pengolahan kayu, terigu, properti, komunikasi, dan perhotelan.

Dalam kehidupan keluarga, estafet bisnis diteruskan oleh putranya, Reza Pribadi, yang aktif di berbagai sektor investasi dan pertambangan.

Kini, nama Henry Pribadi kembali menjadi sorotan bukan karena deretan aset dan jaringan bisnisnya, melainkan karena duka mendalam atas kepergian cucu tercinta.

Hingga saat ini, keluarga besar Pribadi memilih menjaga privasi dan belum memberikan pernyataan terbuka lebih lanjut terkait musibah tersebut. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#jepang #konglomerat #profil #Henry Pribadi #Rylan Henry Pribadi