Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Apa Penyebab Syafiq Ali Terpisah dari Rombongan? Himawan Ungkap Detik-detik Mencekam di Tengah Badai Gunung Slamet

Didi Agung Eko Purnomo • Sabtu, 17 Januari 2026 | 19:13 WIB

Sosok Syafiq Siswa SMA di Magelang yang Hilang Saat Tektok Gunung Slamet.
Sosok Syafiq Siswa SMA di Magelang yang Hilang Saat Tektok Gunung Slamet.

SOLOBALAPAN.COM, PURBALINGGA – Akhir tragis menimpa pendaki muda Syafiq Ali (18) yang ditemukan meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026) setelah 17 hari menghilang di Gunung Slamet.

Misteri hilangnya Syafiq akhirnya terkuak lewat kesaksian rekan pendakiannya, Himawan, yang berhasil selamat.

Kisah memilukan ini bermula dari keputusan fatal untuk melakukan pendakian tektok (naik-turun tanpa menginap) dengan meninggalkan logistik penting di Pos 3 demi meringankan beban.

Namun, cuaca ekstrem dan disorientasi arah di puncak mengubah rencana tersebut menjadi bencana.

Sempat Cekcok dan Saling Menyalahkan

Himawan menuturkan bahwa situasi di puncak sangat kacau. Badai datang tiba-tiba, membuat jarak pandang terbatas.

Baca Juga: Sosok Syafiq Siswa SMA di Magelang yang Hilang Saat Tektok Gunung Slamet, Ternyata Pendaki Pemula? Ini Ungkap Teman Sekolah

Dalam kondisi lapar, kedinginan, dan tanpa peralatan memadai (karena tas ditinggal), ketegangan memuncak.

Keduanya sempat terlibat perdebatan dan saling menyalahkan karena tersesat di area lembahan bebatuan menuju jurang.

Momen paling menyayat hati terjadi pada Senin pagi.

Syafiq memutuskan berjalan lebih dulu mencari bantuan ke arah kanan, sementara Himawan yang kakinya sakit tertinggal di belakang.

Sekitar 1,5 jam setelah berpisah, Himawan mengaku mendengar sebuah teriakan dari kejauhan yang kemudian senyap.

Itu diduga menjadi suara terakhir Syafiq sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa belasan hari kemudian.

Berikut adalah kronologi lengkap tragedi pendakian tersebut berdasarkan kesaksian Himawan:

Kronologi Tragedi Pendakian Syafiq Ali

Waktu Kejadian
Minggu, 28 Des 2025  
00.00 WIB Memulai pendakian dari basecamp (niat tektok).
06.00 WIB Tiba di Pos 3. Keputusan Fatal: Meninggalkan ransel (baju ganti, logistik, jas hujan) agar beban ringan.
14.00 WIB Tiba di Puncak Gunung Slamet.
15.00 WIB Turun dari puncak. Cuaca berubah badai, tertinggal rombongan lain, dan mengalami disorientasi arah.
Malam Hari Tersesat tanpa logistik. Terpaksa tidur di balik batu besar tanpa selimut di tengah suhu ekstrem.
Senin, 29 Des 2025  
07.00 WIB Syafiq mengambil emergency blanket yang sempat terjatuh.
08.00 WIB Momen Perpisahan: Syafiq jalan duluan ke arah kanan untuk cari bantuan. Himawan tertinggal karena sakit kaki.
09.30 WIB Himawan mencoba menyusul lewat jalur kiri. Ia mendengar teriakan dari kejauhan, lalu senyap.
Pasca Kejadian Himawan bertahan hidup memakan buah cantigi hingga ditemukan pendaki lain.
Rabu, 14 Jan 2026 Jenazah Syafiq Ali ditemukan tim SAR gabungan.

Tragedi ini menjadi pelajaran mahal bagi para pegiat alam bebas.

Persiapan matang dan pantang meremehkan alam seperti meninggalkan logistik survival di pos bawah adalah harga mati dalam pendakian gunung, terlebih dengan cuaca yang tak menentu. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#gunung slamet #syafiq ali #Himawan #badai