SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Teka-teki penyebab kematian Rylan Henry Pribadi (17), cucu dari konglomerat Henry Pribadi, akhirnya terungkap.
Otoritas Kepolisian Hokkaido, Jepang, memastikan bahwa remaja yang bersekolah di Brisbane Grammar School tersebut meninggal dunia akibat asfiksia pasca mengalami kecelakaan tragis di area ski pada 7 Januari 2026.
Berdasarkan hasil autopsi yang dirilis Jumat (9/1/2026), Rylan mengalami kondisi fatal tersebut setelah lehernya menghantam tali pembatas lintasan ski.
Diduga, saat meluncur dengan kecepatan tertentu, korban tidak menyadari adanya tali yang menghubungkan tiang-tiang pembatas, sehingga benturan keras tak terhindarkan dan membuatnya langsung kehilangan kesadaran.
Mengenal Asfiksia
Istilah asfiksia atau mati lemas mungkin masih awam bagi sebagian masyarakat.
Kondisi inilah yang menjadi penyebab utama Rylan kehilangan nyawanya beberapa minggu sebelum ulang tahunnya yang ke-18.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai kondisi medis tersebut:
Fakta Medis: Apa Itu Asfiksia?
-
Definisi: Kondisi medis di mana tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup untuk disalurkan ke jaringan tubuh.
-
Dampak Fatal: Tanpa oksigen, organ vital seperti otak, jantung, dan paru-paru akan mengalami kerusakan fungsi dengan cepat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berujung pada hilangnya kesadaran hingga kematian.
-
Penyebab: Bisa disebabkan oleh terhalangnya jalur napas (seperti terjerat atau tersedak), keracunan gas, atau trauma fisik pada area leher/dada.
-
Data CDC: Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), asfiksia merupakan salah satu penyebab kematian akibat cedera tertinggi kedua setelah keracunan, dengan belasan ribu kasus per tahun.
Kepergian Rylan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Napan Group.
Sosok yang dikenal ramah dan berprestasi ini harus berpulang di usia yang sangat muda akibat insiden yang tak terduga di tengah liburannya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo