SOLOBALAPAN.COM – Kabar duka menyelimuti dunia bisnis Tanah Air.
Rylan Henry Pribadi (17), cucu dari konglomerat senior Henry Pribadi, dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan saat bermain ski di Jepang pada 7 Januari 2026.
Peristiwa tragis ini memicu gelombang belasungkawa dari tokoh-tokoh nasional, termasuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Kadin, Anindya Bakrie.
Sorotan publik kini tertuju pada sosok sang kakek, Henry Pribadi. Ia bukanlah orang baru dalam peta kekuatan ekonomi Indonesia.
Henry dikenal sebagai pendiri Napan Group, sebuah konglomerasi raksasa yang berjaya pada era 1980–1990-an.
Jejak Bisnis dan Kekayaan
Lahir dengan nama Liem Oen Hauw, Henry merintis bisnisnya sejak 1972.
Meski sempat dihantam krisis moneter 1998 dan masuk dalam daftar obligor BPPN, ia berhasil merestrukturisasi bisnisnya dan bertahan hingga kini.
Estimasi kekayaannya pada 2019 tercatat mencapai US$ 515 juta atau setara Rp7–8 triliun.
Untuk mengenal lebih dekat sosok pengusaha senior yang tengah berduka ini, berikut adalah profil singkatnya:
Profil & Biodata Henry Pribadi
-
Nama Asli: Henry Setiawan Pribadi (Liem Oen Hauw)
-
Tempat, Tahun Lahir: Kudus, Jawa Tengah, 1948
-
Usia: 78 Tahun (per 2026)
-
Perusahaan: Napan Group (Pendiri)
-
Anak: Reza Pribadi (Ayah dari alm. Rylan)
-
Sektor Bisnis Utama:
-
Manufaktur (PT Argha Karya Prima Industry - Kemasan Plastik)
-
Kayu/MDF (PT Sumatera Prima Fiberboard)
-
Pangan (PT Lumbung Nasional Flour Mill)
-
Properti & Perhotelan (Grand Candi Hotel Semarang)
-
-
Estimasi Kekayaan: ± Rp 7-8 Triliun (Data 2019)
Kepergian Rylan menjadi pukulan berat bagi keluarga besar Pribadi.
Di balik sosoknya yang tangguh sebagai taipan bisnis, Henry kini harus melepas kepergian cucu yang dikenal berprestasi dan penuh potensi tersebut. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo