Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Terjerat Kasus Penipuan Akademi Crypto, Inilah Profil Timothy Ronald

Laila Zakiya • Kamis, 15 Januari 2026 | 11:41 WIB
Profil Timothy Ronald.
Profil Timothy Ronald.

SOLOBALAPAN.COM – Nama Timothy Ronald, investor muda yang selama ini dikenal sebagai ikon kesuksesan generasi digital, kini menjadi sorotan tajam publik.

Ia terseret sebagai tersangka dugaan kasus penipuan crypto, setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh anggota komunitas mereka sendiri pada Jum’at (09/01/2025).

Kasus tersebut kontras dengan citra Timothy Ronald selama ini sebagai investor muda terkaya dan paling berpengaruh di Indonesia.

Timothy kerap diposisikan sebagai simbol generasi baru yang berani menentang sistem lama dan membangun kekayaan melalui visi jangka panjang, keberanian, serta kecerdasan finansial.

Lahir di Tangerang Selatan pada 22 September 2000, Timothy menjalani masa muda yang tidak selalu mulus.

Perceraian orang tua menjadi salah satu fase yang membentuk karakternya.

Ketertarikannya pada dunia keuangan muncul sejak usia 15 tahun, saat ia mulai berinvestasi saham dari hasil kerja paruh waktu, berbekal literatur fundamental seperti The Intelligent Investor karya Benjamin Graham.

Sebelum dikenal luas, Timothy sempat merintis berbagai usaha kecil, mulai dari jualan pomade impor hingga sedotan stainless, meski sebagian harus berhenti karena kendala perizinan.

Dilansir dari akun LinkedIn-nya yang dikutip Solo Balapan Kamis (15/01/26), pada Agustus 2020 lalu, Timothy mendirikan Ternak Uang (PT Ternak Uang Nusantara) bersama Raymond Chin dan Felicia Putri Tjiasaka.

Platform edukasi keuangan ini tumbuh pesat dan masuk Top 9 Startups Indonesia 2022 versi LinkedIn.

Dua tahun kemudian, tepatnya Desember 2022, Timothy mendirikan Akademi Crypto (AC).

Akademi Crypto disebut mengubah cara masyarakat Indonesia belajar tentang Bitcoin, investasi, dan pasar keuangan digital.

Berawal dari komunitas kecil di ruang digital, AC kini berkembang menjadi gerakan nasional dengan lebih dari 500 ribu anggota gratis dan ribuan pelanggan aktif.

Tak hanya di ranah edukasi, Timothy juga mendirikan Ronald Capital, fund investasi pribadi dengan dana kelolaan diklaim lebih dari Rp1 triliun.

Ronald Capital berfokus pada kepemilikan jangka panjang Bitcoin serta saham-saham unggulan Indonesia seperti Bank Central Asia (BBCA), dengan filosofi value investing yang terinspirasi dari Berkshire Hathaway dan Norges Bank Investment Management.

Di usia 24–25 tahun, Timothy mencatatkan diri sebagai figur berpengaruh di berbagai sektor.

Ia tercatat sebagai Co-Founder & Investor FLOQ Exchange, Commissioner Holywings Group, sekaligus konten kreator dengan lebih dari 3 juta subscriber YouTube, menggabungkan edukasi finansial, motivasi hidup, dan narasi inspiratif.

Namun, popularitas Timothy juga diwarnai kontroversi. Sejumlah pernyataannya di media sosial kerap menuai kritik, termasuk ucapannya soal gym, rokok, pendidikan, hingga kemiskinan yang sempat viral dan memantik polemik publik.

Di sisi lain, Timothy juga mengusung misi sosial ambisius, yakni membangun 1.000 sekolah di pelosok Indonesia.

Hingga Juni 2025, ia mengklaim telah membangun lima sekolah di Lombok, Sumba, Blitar, dan Kupang, sebagai wujud filosofi “memberi kembali”.

Kini, di tengah klaim kekayaan Rp1 triliun lebih dan pengaruh besar di dunia keuangan digital, kasus dugaan penipuan kripto yang menjerat Timothy Ronald menjadi ujian paling krusial dalam perjalanan kariernya.

Proses hukum yang berjalan akan menentukan apakah sosok yang selama ini dianggap simbol kesuksesan generasi muda tersebut mampu mempertahankan legitimasi dan kepercayaan publik. (**/lz)

Magang/Izza Aziza Queen Sophia

Editor : Laila Zakiya
#kripto #viral #kasus dugaan penipuan #Timothy Ronald