Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Waspada! BMKG Beri Peringatan Dini Potensi Banjir dan Longsor di Jateng Hingga Februari 2026, Ini Penjelasannya

Damianus Bram • Senin, 12 Januari 2026 | 13:03 WIB
Peta prakiraan deterministik curah hujan di wilayah Provinsi Jawa Tengah.
Peta prakiraan deterministik curah hujan di wilayah Provinsi Jawa Tengah.

SOLOBALAPAN.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di wilayah Jawa Tengah (Jateng).

Peringatan ini menyusul prediksi curah hujan tinggi yang diperkirakan akan terus berlangsung hingga dasarian (10 hari) kedua Februari 2026.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) per 10 Januari, sebagian besar wilayah Jateng masih rutin diguyur hujan.

Analisis Curah Hujan: Jateng Bagian Utara Masuk Kategori Sangat Tinggi

Berdasarkan analisis data dasarian pertama Januari (1-10 Januari), kondisi curah hujan di Jawa Tengah secara umum berada pada kategori menengah hingga tinggi.

Namun, beberapa wilayah menunjukkan anomali yang perlu diwaspadai secara khusus.

Wilayah Jawa Tengah bagian timur tercatat berada pada kategori hujan rendah hingga menengah. Sedangkan Kabupaten Jepara dan Kudus serta sebagian besar wilayah Demak masuk kategori tinggi hingga sangat tinggi.

”BMKG juga memprediksi pada dasarian kedua Januari 2026, peluang curah hujan menengah dengan probabilitas lebih dari 60 persen terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Tengah,” beber Teguh Wardoyo, dikutip dari ANTARA, Senin (12/1/2026).

Akan tetapi, lanjut dia, sejumlah wilayah, seperti sebagian Brebes, Tegal, Pemalang, Kendal, Demak, Rembang, dan Grobogan, diprakirakan memiliki peluang curah hujan menengah yang lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya.

Peluang curah hujan tinggi hingga sangat tinggi dengan probabilitas lebih dari 60 persen diperkirakan terjadi di seluruh wilayah Batang dan Kabupaten/Kota Pekalongan, serta sebagian wilayah Pemalang, Kendal, Purbalingga, dan Jepara.

Lebih lanjut, dia mengatakan, prediksi deterministik BMKG menunjukkan pada dasarian kedua dan ketiga Januari 2026, curah hujan umumnya berada pada kategori menengah hingga tinggi. 

”Kondisi tersebut diprakirakan berlanjut hingga dasarian kedua Februari 2026, meskipun wilayah Rembang, Blora, dan Grobogan cenderung berada pada kategori curah hujan rendah,” ungkap Teguh Wardoyo.

Prediksi Hingga Februari 2026

Prediksi deterministik BMKG menunjukkan bahwa pada dasarian kedua dan ketiga Januari 2026, curah hujan umumnya tetap berada pada kategori menengah hingga tinggi. Kondisi ini diprakirakan akan bertahan hingga pertengahan Februari 2026.

“Kondisi curah hujan tinggi ini diprakirakan berlanjut hingga dasarian kedua Februari 2026,” ungkap Teguh Wardoyo.

Imbauan untuk Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Mengingat tingginya ancaman bencana banjir dan tanah longsor, BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah mitigasi:

1. Meningkatkan Kewaspadaan: Terutama bagi warga yang tinggal di lereng pegunungan (rawan longsor) dan bantaran sungai (rawan banjir).

2. Langkah Antisipasi: Melakukan pembersihan saluran air dan pengecekan kondisi tanah secara berkala.

3. Pantau Informasi Resmi: Selalu memperbarui informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG guna meminimalkan risiko bencana.

BMKG menegaskan pentingnya sinergi antara kesiapan warga dan respons cepat pemerintah daerah dalam menghadapi puncak musim hujan kali ini demi keselamatan bersama. (dam)

Editor : Damianus Bram
#banjir #longsor #jateng #bmkg #potensi bencana