Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Sosok Syafiq Siswa SMA di Magelang yang Hilang Saat Tektok Gunung Slamet, Ternyata Pendaki Pemula? Ini Ungkap Teman Sekolah

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 7 Januari 2026 | 17:31 WIB

Sosok Syafiq Siswa SMA di Magelang yang Hilang Saat Tektok Gunung Slamet.
Sosok Syafiq Siswa SMA di Magelang yang Hilang Saat Tektok Gunung Slamet.

SOLOBALAPAN.COM, MAGELANG – Misteri hilangnya Syafiq Ridwan Ali Rozan (18), siswa kelas 12 SMAN 5 Magelang di Gunung Slamet, Jawa Tengah, belum juga terpecahkan hingga Rabu (7/1).

Di balik insiden ini, terungkap fakta mengejutkan mengenai minimnya pengalaman pendakian korban yang diduga menjadi faktor krusial.

Berdasarkan penuturan rekan-rekan sekolahnya, Syafiq diketahui merupakan pendaki pemula dengan jam terbang yang sangat terbatas.

Frans Niesta, teman sekolah korban, mengungkapkan bahwa Syafiq sebelumnya hanya pernah mendaki Gunung Andong yang memiliki ketinggian 1.726 mdpl.

Nekat Tektok di Atap Jawa Tengah

Keberanian Syafiq untuk langsung menaklukkan Gunung Slamet (3.432 mdpl) yang dikenal memiliki medan ekstrem dan berat, dinilai sebagai langkah yang sangat berisiko.

Baca Juga: Nekat Muncak Lewat Jalur Ilegal Kalitalang Klaten, Dua Pemuda Asal Jogja Tersesat di Gunung Merapi!

Terlebih, ia dan rekannya, Himawan, menggunakan metode tektok atau pendakian cepat tanpa menginap.

"Terakhir saya mendengar dia naik ke Andong, lalu langsung ke Gunung Slamet. Dia belum memiliki pengalaman mendaki gunung yang lebih tinggi, masih pemula," ujar Frans prihatin.

Anomali lain juga terungkap sebelum keberangkatannya pada akhir Desember 2025 lalu.

Syafiq diketahui berpamitan kepada orang tuanya untuk mendaki Gunung Sumbing, namun nyatanya ia justru menuju Gunung Slamet via jalur Dipajaya, Pemalang.

Sosok Pendiam dan Rajin Ibadah

Di lingkungan sekolah, Syafiq dikenal sebagai pribadi yang santun dan taat agama.

Heni Trihartati, salah satu guru SMAN 5 Magelang, mengaku terkejut dengan kabar ini mengingat keseharian Syafiq yang tidak banyak tingkah.

"Anaknya baik dan rajin salat Zuhur berjamaah di sekolah. Kami sangat prihatin dan terus memantau perkembangan informasi setiap hari," tutur Heni.

Pihak sekolah pun kini gencar mengingatkan siswa lain agar tidak terjebak tren atau fomo mendaki gunung tanpa bekal fisik dan teknis yang mumpuni.

Operasi SAR Diperpanjang

Meskipun operasi pencarian standar selama tujuh hari telah ditutup pada Senin (5/1) sore, Unit Siaga SAR (USS) Basarnas Pemalang memutuskan untuk memperpanjang pencarian selama dua hari hingga Rabu (7/1) ini atas permintaan keluarga.

Tim gabungan kini fokus menyisir area di luar jalur pendakian resmi, termasuk menelusuri aliran sungai dan lembah curam di sekitar Pos 3 dan Pos 4 yang dicurigai menjadi lokasi terpisahnya korban. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Syafiq #gunung slamet #tektok #pendaki #siswa sma #hilang