SOLOBALAPAN.COM – Jagat media sosial kembali memanas akibat perdebatan antara komedi dan etika medis.
Kali ini, penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, dr. Tompi, menjadi sasaran hujatan warganet usai mengkritik materi stand up comedy milik komika senior, Pandji Pragiwaksono.
Kehebohan bermula saat Pandji menjadikan ekspresi wajah Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming, yang terlihat mengantuk sebagai materi lawakan.
Tak tinggal diam, Tompi lantas memberikan edukasi medis sekaligus teguran keras bahwa kondisi fisik seseorang tidak pantas dijadikan lelucon.
Bahas Medis Bukan Lelucon
Melalui akun Instagram pribadinya, Tompi menjelaskan bahwa apa yang terlihat seperti mata mengantuk pada wajah Gibran dalam istilah medis dikenal sebagai Ptosis.
Ia menegaskan bahwa kondisi anatomis tersebut bisa bersifat bawaan atau medis, sehingga sangat tidak etis jika dijadikan bahan tertawaan di ruang publik.
"Menertawakan kondisi fisik seseorang, apa pun konteksnya, bukanlah bentuk kritik yang cerdas. Kritik boleh, satire boleh, tapi merendahkan kondisi tubuh seseorang adalah kemalasan berpikir," tegas pelantun lagu Sedari Dulu tersebut.
Tompi mengajak publik untuk menaikkan standar diskusi dengan mengkritisi gagasan dan kebijakan, bukan menyerang fisik.
Disebut 'Dokter Termul'
Niat hati memberikan edukasi, Tompi justru diserang balik oleh sejumlah warganet.
Ia bahkan mendapat pesan langsung (DM) yang menyebutnya sebagai "Dokter Termul" dan dituding sedang mencari jabatan politik.
Istilah "Termul" sendiri sempat populer dipopulerkan oleh Dokter Tifa pada 2025 yang merupakan akronim dari "Ternakan Si Mul", sebuah julukan yang dinilai lebih rendah dari buzzer.
Mendapat tudingan miring tersebut, Tompi memberikan balasan yang menohok dan sarkas.
Ia menepis tuduhan butuh jabatan atau bayaran dengan mempertanyakan kemampuan finansial pihak yang menuduhnya.
"Emang sanggup mau gajiin saya berapa? Jenis sampah begini banyak," balas Tompi singkat namun pedas, menutup perdebatan tersebut. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo