SOLOBALAPAN.COM – Belum reda guncangan dunia akibat penangkapan Nicolas Maduro, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump kembali memicu kontroversi luar biasa.
Trump kini terang-terangan membidik wilayah strategis lain, termasuk Greenland, serta menebar ancaman militer ke sejumlah negara.
Pernyataan kontroversial ini disampaikan Trump di atas pesawat kepresidenan Air Force One pada Selasa (6/1/2026).
Ia menegaskan arah kebijakan luar negeri AS yang semakin agresif demi mengamankan kepentingan nasional dan energi Washington.
Greenland: Target Strategis AS di Kawasan Arktik
Melansir laporan The New York Times via JawaPos.com, Trump menekankan bahwa Amerika Serikat memiliki kepentingan vital untuk menguasai Greenland, wilayah otonom Kerajaan Denmark.
Alasannya bukan sekadar wilayah, melainkan persaingan kekuatan besar di Kutub Utara.
"Greenland dipenuhi kapal-kapal Rusia dan Tiongkok di sekitarnya. Dari sudut pandang keamanan nasional, AS harus memiliki kendali atas pulau tersebut," tegas Trump.
Langkah ini dipandang sebagai upaya AS untuk mendominasi kawasan Arktik yang kini menjadi titik panas persaingan geopolitik dunia.
Namun, hal ini langsung memicu ketegangan dengan aliansi NATO dan negara-negara Eropa.
Serangan Verbal ke Kolombia dan Nasib Kuba
Tak hanya Greenland, Trump juga melontarkan kritik sangat pedas terhadap pemerintahan Kolombia.
Ia bahkan tidak menutup kemungkinan adanya operasi militer ke negara tetangga di Amerika Latin tersebut.
"Pemerintahan Kolombia dipimpin oleh seseorang yang sakit yang gemar membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat," ujar Trump tanpa ragu.
Mengenai Kuba, sekutu utama Venezuela, Trump menilai negara tersebut berada di ambang kehancuran total.
"Kuba siap jatuh. Sekarang mereka tidak memiliki pendapatan karena semua minyaknya berasal dari Venezuela," tambahnya, merujuk pada dampak jatuhnya kekuasaan Maduro.
Peringatan Keras untuk Meksiko dan Iran
Di sisi lain, Trump juga menyoroti masalah kartel narkoba di Meksiko dengan menyatakan, "Kita harus melakukan sesuatu."
Hal ini memberi sinyal kuat akan adanya intervensi lebih jauh di wilayah perbatasan.
Terkait Iran, Trump memberikan peringatan keras soal perlindungan terhadap demonstran.
"Jika mereka mulai membunuh orang seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya, saya pikir mereka akan menerima tindakan keras dari Amerika Serikat," tegasnya.
Respons Internasional: Denmark Sebut Gagasan Trump Tidak Masuk Akal
Reaksi dunia muncul seketika. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menolak mentah-mentah gagasan pengambilalihan Greenland dan menyebutnya sebagai ide yang tidak masuk akal. Ia menuntut AS untuk menghormati kedaulatan negara lain.
Sekjen NATO dan para pemimpin Eropa juga menegaskan bahwa status wilayah anggota aliansi tidak dapat diubah secara sepihak oleh Amerika Serikat.
Langkah agresif Trump ini diprediksi akan merombak tatanan hukum internasional dan memicu konflik baru di berbagai belahan dunia.
Perhatian publik kini tertuju pada bagaimana negara-negara yang disebutkan akan memberikan respons balik terhadap ancaman Washington. (dam)
Editor : Damianus Bram