Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bernie Sanders Amuk Donald Trump: Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Adalah Imperialisme Terang-terangan!

Damianus Bram • Senin, 5 Januari 2026 | 16:16 WIB
Presiden AS Donald Trump memposting foto di platform media sosial TruthSocial dengan keterangan, "Nicolas Maduro berada di atas USS Iwo Jima".
Presiden AS Donald Trump memposting foto di platform media sosial TruthSocial dengan keterangan, "Nicolas Maduro berada di atas USS Iwo Jima".

SOLOBALAPAN.COM – Senator senior Amerika Serikat, Bernie Sanders, melontarkan kritik pedas terhadap Presiden Donald Trump terkait aksi militer di Venezuela.

Sanders menegaskan bahwa Trump tidak memiliki hak konstitusional maupun moral untuk memerintahkan perang yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Melalui akun Instagram pribadinya pada Senin (5/1/2026), Sanders mengecam tindakan Washington yang dianggap melampaui batas kedaulatan negara lain.

"Amerika Serikat tidak berhak mengatur Venezuela," tegas Sanders dengan nada keras.

Sanders Desak Kongres Hentikan "Operasi Militer Ilegal"

Politikus kawakan ini mendesak Kongres AS untuk segera mengambil langkah nyata dengan mengesahkan resolusi kekuasaan perang.

Tujuannya jelas, yakni menghentikan apa yang ia sebut sebagai "operasi militer ilegal" di Venezuela dan mengembalikan supremasi hukum sesuai konstitusi.

Menurut Sanders, tindakan sepihak AS ini merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Ia khawatir hal ini akan menjadi preseden buruk bagi pemimpin dunia lainnya untuk menyerang negara lain demi merebut sumber daya alam atau menggulingkan pemerintahan yang sah.

Sanders bahkan membandingkan langkah Trump dengan "logika mengerikan" yang digunakan Presiden Rusia Vladimir Putin saat menginvasi Ukraina.

Hidupnya Kembali Doktrin Monroe dan Ambisi Minyak

Bernie Sanders menilai pemerintahan Trump sedang berusaha menghidupkan kembali Doktrin Monroe—sebuah pandangan kuno yang menganggap AS berhak mendominasi kawasan Amerika Latin secara sepihak.

Ia melihat penangkapan Maduro hanyalah kedok untuk menguasai cadangan minyak terbesar di dunia milik Venezuela.

"Ini adalah imperialisme terang-terangan. Ini mengingatkan kita pada babak-babak paling gelap intervensi AS di Amerika Latin yang meninggalkan warisan mengerikan. Hal ini harus dikutuk oleh dunia demokrasi," tambahnya.

Sanders meminta Trump untuk berhenti melakukan aksi militer di luar negeri dan lebih fokus menyelesaikan krisis domestik di dalam negeri Amerika Serikat.

Latar Belakang: Operasi Skala Besar Trump

Sebelumnya, pada Sabtu (3/1/2026), Trump secara mengejutkan mengumumkan bahwa pasukan AS telah melancarkan operasi militer skala besar di Venezuela.

Dalam operasi tersebut, Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.

Trump berdalih bahwa AS akan "mengelola" Venezuela hingga masa transisi pemerintahan selesai, serta berencana memperbaiki infrastruktur minyak negara tersebut yang diklaim telah rusak.

Venezuela: Harta Karun Minyak yang Menggiurkan

Bukan rahasia lagi jika energi menjadi motif utama di balik ketegangan ini. Venezuela memegang rekor sebagai pemilik cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, mengalahkan negara-negara raksasa lainnya:

Venezuela: 303,2 miliar barel

Arab Saudi: 267 miliar barel (Posisi ke-2)

Iran : 209 miliar barel (Posisi ke-3)

Irak: 209 miliar barel (Posisi ke-4)

Rusia: 80 miliar barel (Posisi ke-7)

Amerika Serikat: 45 miliar barel (Posisi ke-9)

Trump secara terang-terangan menyatakan ingin perusahaan-perusahaan asal Amerika Serikat kembali menguasai ladang-ladang minyak tersebut.

"Banyak uang keluar dari tanah, dan kita akan mendapatkan kembali semuanya," pungkas Trump dalam pernyataan sebelumnya.

Respons Internasional yang Terbelah

Hingga Senin pagi, dunia internasional masih menunjukkan reaksi yang kontradiktif:

Editor : Damianus Bram
#donald trump #nicolas maduro #bernie sanders #penculikan #presiden venezuela #nicholas maduro #penangkapan