SOLOBALAPAN.COM – Warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Sumatera Barat, dikagetkan dengan kemunculan lubang raksasa atau sinkhole di tengah area persawahan pada Minggu (4/1/2026).
Fenomena ini diawali dengan suara dentuman keras yang memicu kepanikan petani yang tengah beraktivitas.
Berdasarkan laporan di lapangan, lubang yang awalnya hanya berdiameter 10 meter tersebut terus membesar hingga mencapai 20 meter.
Di dasar lubang, tampak air menggenang, menandakan adanya rongga besar di bawah permukaan tanah sawah tersebut.
Kronologi Kejadian: Kesaksian Para Petani
Dentuman keras terdengar sekitar pukul 11.00 WIB, saat para petani sedang membajak sawah.
Semula, diameter sinkhole hanya berkisar 10 meter. Namun lubang itu terus membesar hingga mencapai 20 meter.
Atas munculnya lubang itu, Salmi selaku perangkat Nagari Jorong Tepi bersama Anggota DPRD Fajar Rillah Vesky dan pihak kepolisian langsung meninjau lokasi
Berikut adalah fakta-fakta di lokasi:
- Garis Polisi: Pihak kepolisian segera memasang garis pembatas untuk mencegah warga mendekat karena potensi amblas susulan sangat tinggi.
- Kondisi Tanah: Tanah di sekitar lokasi masih labil dan rawan runtuh kembali.
- Respons Otoritas: Perangkat Nagari bersama anggota DPRD setempat telah meninjau lokasi untuk memantau perkembangan diameter lubang.
Apa Itu Sinkhole? Mengenal "Lubang Runtuhan"
Mengutip dari United States Geological Survey (USGS), sinkhole adalah area cekungan di dalam tanah yang tidak memiliki drainase permukaan alami.
Fenomena ini biasanya terjadi di daerah karst, di mana batuan di bawah tanah (seperti batu kapur) mudah larut oleh air hujan atau air tanah yang bersirkulasi.
Bagaimana Sinkhole Terbentuk?
Mekanisme Pelarutan (Solution Sinkhole): Terjadi perlahan saat air melarutkan batu kapur dan menciptakan rongga bawah tanah.
Mekanisme Runtuhan (Collapse Sinkhole): Terjadi tiba-tiba saat atap rongga bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban tanah atau infrastruktur di atasnya.
Faktor Manusia yang Mempercepat Bencana
Badan Geologi Kementerian ESDM menyebutkan bahwa sinkhole bukan sekadar fenomena alam murni. Ada kontribusi manusia yang mempercepat terjadinya lubang runtuhan, antara lain:
- Eksploitasi Air Tanah: Pengambilan air tanah berlebihan menciptakan ruang kosong di bawah tanah.
- Tata Kota: Perencanaan pembangunan yang tidak memperhitungkan kondisi hidrologi tanah.
- Perubahan Iklim: Pola hujan ekstrim yang mempercepat proses pelarutan batuan bawah tanah.
Di Indonesia, daerah yang rawan fenomena ini mencakup kawasan karst seperti Gunung Kidul, Pacitan, Maros, dan kini terpantau di wilayah Sumatera Barat. (dam)
Editor : Damianus Bram