Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Alasan Ngeri Donald Trump Tangkap Maduro, Benarkah karena Cadangan Minyak Venezuela? Ini Fakta DIbaliknya

Didi Agung Eko Purnomo • Minggu, 4 Januari 2026 | 20:11 WIB

Nicolas Maduro.
Nicolas Maduro.

SOLOBALAPAN.COM - Situasi di Amerika Selatan memanas hingga titik didih.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membuat pengumuman yang mengguncang dunia internasional pada Sabtu (3/1/2026).

Secara mengejutkan, Trump mengklaim pasukannya telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Operasi penangkapan ini dilakukan berbarengan dengan gempuran militer AS ke jantung ibu kota Venezuela, Caracas.

Apa yang membuat Trump nekat melakukan agresi militer hingga menangkap kepala negara lain?

Cap Teroris dan Maling Aset

Lewat media sosial Truth Social, Trump membeberkan alasan di balik tindakan agresifnya.

Ia secara resmi menetapkan rezim pemerintahan Maduro sebagai organisasi teroris asing.

Baca Juga: Benarkah Ada Pengkhianat di Lingkar Terdekat Nicholas Maduro? Kini Presiden Venezuela Disekap Donald Trump dan Tim Delta Force!

Tuduhannya tak main-main. Trump menyebut rezim Maduro terlibat dalam berbagai kejahatan berat yang merugikan kepentingan Amerika Serikat.

"Atas pencurian aset kita dan banyak alasan lainnya termasuk terorisme, penyelundupan narkoba, dan perdagangan manusia, rezim Venezuela telah ditetapkan sebagai organisasi teroris asing," tulis Trump dengan tegas.

Blokade Total: Matikan Nadi Ekonomi

Tak cuma menangkap pemimpinnya, Trump juga memerintahkan "hukuman mati" bagi ekonomi Venezuela.

Ia memberlakukan blokade total terhadap seluruh kapal tanker minyak yang keluar-masuk negara tersebut.

Langkah ini bertujuan mematikan sektor energi yang menjadi nafas utama ekonomi Venezuela.

Trump bersumpah tekanan ini tak akan berhenti sampai aset-aset AS—termasuk minyak dan lahan—yang disita secara tidak sah oleh Maduro dikembalikan.

Kerahkan Armada Laut Terbesar

Sebelum penangkapan terjadi, Trump sempat sesumbar bahwa Venezuela sudah dalam kepungan total.

Ia mengklaim telah mengerahkan armada laut terbesar yang pernah dihimpun AS di kawasan Amerika Selatan.

Sinyal keras juga datang dari Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Ia menegaskan bahwa status quo di Venezuela tidak bisa lagi ditoleransi oleh Washington.

"Tujuan kami adalah mengubah dinamika itu, dan itulah mengapa Presiden melakukan apa yang dia lakukan," ujar Rubio mendukung langkah agresif Trump. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#maduro #donald trump #fakta #venezuela #cadangan minyak