Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kenapa Donald Trump Perintahkan Delta Force Tangkap Presiden Venezuela Nicholas Maduro? Ternyata Ini Asal-Muasal Perkaranya

Laila Zakiya • Minggu, 4 Januari 2026 | 11:30 WIB

 

Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

SOLOBALAPAN.COM - Perintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengerahkan pasukan elite Delta Force menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengejutkan dunia.

Operasi militer lintas negara ini bukan keputusan mendadak, melainkan puncak dari konflik panjang, dakwaan hukum serius, dan kepentingan strategis Amerika Serikat terhadap Venezuela.

Penangkapan Maduro pada Sabtu (3/1/2026) disebut sebagai salah satu operasi paling berani AS di Amerika Latin sejak invasi Panama 1989.

Lantas, apa sebenarnya pemicu utama di balik perintah Trump tersebut?

Dakwaan Narkoterorisme Jadi Titik Awal

Akar perkara ini bermula dari dakwaan pidana federal Amerika Serikat yang kembali dibuka terhadap Nicolas Maduro dan lingkaran terdekatnya.

Dakwaan itu mencakup tuduhan berat terkait narkoterorisme, perdagangan narkotika, hingga kepemilikan senjata berat.

“For over 25 years, leaders of Venezuela have abused their positions of public trust and corrupted once-legitimate institutions to import tons of cocaine into the United States,” the indictment alleges.

[“Selama lebih dari 25 tahun, para pemimpin Venezuela telah menyalahgunakan posisi kepercayaan publik mereka dan merusak institusi yang sebelumnya sah untuk mengimpor berton-ton kokain ke Amerika Serikat,” demikian bunyi dakwaan tersebut.]

Dokumen dakwaan yang diajukan di Pengadilan Distrik Selatan New York itu juga menegaskan posisi Maduro sebagai figur sentral dalam jaringan kekuasaan yang melindungi aktivitas ilegal.

“Nicolas Maduro Moros, the defendant, now sits atop a corrupt, illegitimate government that, for decades, has leveraged government power to protect and promote illegal activity, including drug trafficking,” the indictment said.

[“Nicolas Maduro Moros, terdakwa, kini menduduki puncak pemerintahan yang korup dan tidak sah yang, selama beberapa dekade, telah memanfaatkan kekuasaan pemerintah untuk melindungi dan mempromosikan aktivitas ilegal, termasuk perdagangan narkoba,” demikian bunyi dakwaan tersebut.]

Selain Maduro dan istrinya, Cilia Flores, sejumlah nama elite Venezuela juga masuk dalam berkas dakwaan, termasuk putranya sendiri dan tokoh keamanan negara.

Operasi Militer yang Disiapkan Berbulan-bulan

Tekanan terhadap Maduro meningkat tajam sejak Trump kembali menjabat.

Amerika Serikat melancarkan serangan udara, penyitaan kapal tanker minyak Venezuela, hingga menetapkan kelompok kriminal Venezuela sebagai organisasi teroris.

Pada Jumat dini hari waktu setempat, AS melancarkan serangan udara sebelum akhirnya mengeksekusi penangkapan langsung terhadap Maduro dan istrinya.

Trump kemudian mengunggah foto penahanan tersebut.

Trump kemudian mengunggah foto di platform Truth Social miliknya dengan keterangan "Nicolas Maduro di atas kapal USS Iwo Jima".

Dalam wawancara terpisah, Trump mengungkap detail dramatis penangkapan Maduro di kediaman yang disebutnya mirip benteng.

“He was in a house that was more like a fortress than a house. It had steel doors. It had what they call a safety space, where it's, you know, solid steel all around. He didn't get that space closed. He was trying to get into it, but he got bum rushed so fast that he didn't get into that,” kata Trump.

[“Dia berada di sebuah rumah yang lebih mirip benteng daripada rumah. Rumah itu memiliki pintu baja. Ada juga yang disebut ruang aman, yang seluruhnya terbuat dari baja padat. Dia tidak berhasil menutup ruang itu. Dia mencoba masuk ke sana, tetapi dia diserbu begitu cepat sehingga dia tidak berhasil masuk,” ]

Penangkapan itu melibatkan Delta Force secara langsung dengan dukungan intelijen CIA dan kehadiran agen FBI di lapangan.

AS Ingin Ambil Alih Transisi Kekuasaan Venezuela

Setelah penangkapan, Trump secara terbuka menyatakan Amerika Serikat akan mengendalikan Venezuela untuk sementara waktu.

“We’re going to run the country until such time as we can do a safe, proper and judicious transition”.

[“Kami akan menjalankan negara ini sampai saatnya kami dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana”.]

Trump menegaskan AS tidak ingin kesalahan lama terulang jika Maduro digantikan tokoh yang dinilai masih satu lingkaran kekuasaan.

“We can’t take a chance that somebody else takes over Venezuela that doesn’t have the good of the Venezuelan people in mind,”.

[“Kita tidak bisa mengambil risiko membiarkan orang lain mengambil alih Venezuela tanpa memikirkan kesejahteraan rakyat Venezuela,” katanya.]

Pernyataan ini memicu kontroversi global, terlebih ketika Trump secara terbuka mengaitkan masa depan Venezuela dengan potensi eksploitasi minyak.

“We’re going to have our very large United States oil companies, the biggest anywhere in the world, go in, spend billions of dollars, fix the badly broken infrastructure, the oil infrastructure, and start making money for the country,”

[“Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak, dan mulai menghasilkan uang bagi negara,” katanya.]

Trump bahkan menegaskan keuntungan ekonomi itu juga akan mengalir ke Amerika Serikat.

“The money coming out of the ground is very substantial.”

[“Uang yang dihasilkan sangat besar.”]

Baca Juga: Zulhas Turun Langsung ke Gudang BULOG Kartasura, 600 Ojol Solo Raya Terima Sembako Murah

Minyak Venezuela Jadi Faktor Strategis

Isu minyak menjadi benang merah yang tak terpisahkan.

Venezuela dikenal memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, namun infrastrukturnya runtuh akibat krisis politik dan sanksi internasional.

Pemerintah Venezuela menilai langkah AS bukan semata penegakan hukum, melainkan upaya pengambilalihan sumber daya.

“only had one objective: regime change in Venezuela. And that this regime change allows them to capture our energy resources, mineral resources and natural resources,”.

[Amerika Serikat “hanya memiliki satu tujuan: perubahan rezim di Venezuela. Dan perubahan rezim ini memungkinkan mereka untuk merebut sumber daya energi, sumber daya mineral, dan sumber daya alam kita,” katanya.]

Trump sendiri membantah tudingan itu, namun tetap menekankan bahwa AS akan menentukan arah Venezuela ke depan.

“We’re going to control what happens next.”

[“Kita akan mengendalikan apa yang terjadi selanjutnya.”]

Baca Juga: Status di Cek Bansos Tiba-tiba Berubah Jadi 'Tidak', Kenapa? Siap-siap, Ini Deretan Bantuan Sosial yang Bakal Turun di Tahun 2026, Ada yang Berkurang!

Reaksi Global dan Ketegangan Regional

Penangkapan Maduro memicu status darurat nasional di Venezuela.

Militer Venezuela menyatakan tetap solid, sementara PBB menyuarakan kekhawatiran atas eskalasi konflik.

“You’d have prolonged chaos … with no clear way out,” Douglas Farah, a Latin America expert who helped run the war games, said.

[“Akan terjadi kekacauan berkepanjangan… tanpa jalan keluar yang jelas,” kata Douglas Farah, seorang ahli Amerika Latin yang membantu menjalankan latihan perang tersebut.]

Meski demikian, oposisi Venezuela menyambut langkah AS sebagai peluang perubahan, sementara pendukung Maduro menyebutnya sebagai penculikan presiden sah. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Delta Force #donald trump #nicolas maduro #presiden venezuela