SOLOBALAPAN.COM – Jagat media sosial dihebohkan dengan kisah pilu seorang pedagang di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Duren Sawit, Jakarta Timur.
Korban menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh sekelompok pria yang diduga preman kampung pada Kamis (25/12/2025), hanya karena masalah uang jatah preman sebesar Rp20.000.
Meskipun bukti luka-luka telah beredar luas dan laporan polisi sudah dibuat, pihak keluarga korban merasa kecewa karena hingga Selasa (30/12/2025), para pelaku dilaporkan masih bebas berkeliaran.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Uang Jatah Rp20 Ribu
Peristiwa ini meletus saat korban sedang mencari nafkah di belakang Perumahan Cipinang Indah, dekat jembatan BKT.
Dua pria yang mengaku sebagai "penguasa wilayah" tiba-tiba datang menagih uang keamanan. Karena dagangan belum laku, korban keberatan membayar nominal yang diminta.
"Adik saya berjualan di lokasi tersebut tidak pernah seharian penuh, hanya dari jam 06.00 WIB sampai 10.00 WIB. Tapi ke-2 preman tersebut memintain jatah di sana secara rata, seperti orang lain yang jualan seharian penuh," tulis akun @Kunsurya94 yang memviralkan kasus ini.
Diancam Pisau hingga Luka Berdarah
Ketegangan berubah menjadi kekerasan fisik saat salah satu pelaku melempar plastik minuman ke wajah korban.
Situasi semakin mencekam ketika salah satu pelaku yang berusia lanjut nekat mencabut senjata tajam.
"Salah satu adik saya mengalami luka di hidung dan berdarah. Bahkan salah satu preman tersebut (pria tua ubanan) mencabut pisaunya dan mencoba menusuk adik saya yang sudah berlumur darah hidungnya," ungkap akun tersebut.
Beruntung, korban sempat menangkis serangan senjata tajam itu, meski berakibat tangan korban bengkak parah.
Bukti visum dan hasil rontgen dari RS Harum kini telah dikantongi pihak keluarga sebagai alat bukti.
Keluarga Kecewa Laporan Polisi "Jalan di Tempat"
Pihak keluarga mengaku sudah menempuh jalur hukum secara resmi di Polsek Duren Sawit sejak hari kejadian.
Namun, lambatnya penangkapan pelaku membuat mereka merasa tidak mendapat keadilan.
Menanggapi keresahan tersebut, Kapolsek Duren Sawit, AKP Sutikno, memberikan penjelasan singkat mengenai perkembangan kasus ini.
"Laporannya sedang kami lidik," ujar AKP Sutikno saat dikonfirmasi oleh awak media, dikutip dari JawaPos.com, Rabu (31/12/2025).
Warga berharap pihak kepolisian segera menindak tegas aksi premanisme yang meresahkan para pelaku UMKM di kawasan BKT tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (dam)
Editor : Damianus Bram