Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Geger Mahasiswi Semester Akhir Unima Tewas Akhiri Hidup Tinggalkan Sepucuk Surat, Benarkah Tak Kuat Jadi Korban Pelecehan Oknum Dosen?

Laila Zakiya • Rabu, 31 Desember 2025 | 19:27 WIB

 

Ilustrasi Mayat - Sesosok Mayat Tanpa Kepala dan Alat Kelamin Ditemukan di Kali Ciliwung, Diduga Korban Longsor dari Megamendung
Ilustrasi Mayat - Sesosok Mayat Tanpa Kepala dan Alat Kelamin Ditemukan di Kali Ciliwung, Diduga Korban Longsor dari Megamendung

SOLOBALAPAN.COM - Publik Sulawesi Utara digegerkan dengan kematian seorang mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) yang ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di wilayah Kaaten, Kelurahan Matani Satu, Kota Tomohon.

Peristiwa ini menjadi sorotan nasional setelah terungkap adanya sepucuk surat wasiat yang ditinggalkan korban sebelum mengakhiri hidupnya.

Mahasiswi jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) itu diketahui merupakan mahasiswa semester akhir.

Ia ditemukan meninggal dunia pada Selasa, 30 Desember 2025, dan kasusnya kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Surat Wasiat Ditujukan ke Dekan Unima

Fakta mengejutkan muncul setelah beredarnya surat tulisan tangan korban di media sosial.

Surat tersebut ditujukan langsung kepada Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima, Dr. Aldjon Dapa, M.Pd.

Dalam surat itu, korban mengungkap dugaan pelecehan yang dilakukan oleh seorang dosen berinisial DM, yang disebut terjadi di lingkungan kampus.

“Kejadian tersebut masih dalam lingkup kampus FIPP. Dampak yang saya rasakan adalah trauma dan ketakutan. Setiap bertemu DM, saya merasa malu jika ada mahasiswa yang melihat saya naik atau turun dari mobilnya karena bisa menjadi bahan pembicaraan. Saya merasa tertekan dengan masalah ini,” tulis korban, dikutip pada Rabu 30 Desember 2025.

Korban menyebut tekanan psikologis yang dialaminya berlangsung terus-menerus dan berdampak besar terhadap kondisi mentalnya.

Mengaku Trauma dan Tertekan Secara Batin

Dalam surat yang sama, mahasiswi tersebut menuliskan bahwa dirinya mengalami trauma mendalam dan rasa takut berkepanjangan setelah kejadian yang diduga dilakukan oknum dosen tersebut.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran akan pandangan lingkungan sekitar, terutama saat berada di area kampus. Kondisi itu disebut membuatnya merasa tertekan secara batin.

Pada bagian akhir surat, korban menyampaikan permohonan kepada pimpinan fakultas agar persoalan yang dialaminya segera ditangani secara serius.

“Saya memohon agar pihak pimpinan dapat menangani masalah ini,” bunyi permintaan korban dalam isi suratnya.

Dalam sumber lain, korban juga meminta agar dosen terduga pelaku mendapat sanksi.

"Kalau bisa, berikan sanksi kepada DM. Jangan biarkan orang seperti itu.”

Polisi Masih Selidiki Dugaan Pelecehan

Pihak kepolisian menyatakan masih mendalami kasus tersebut, termasuk isi surat wasiat yang kini beredar luas.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, mulai dari teman korban hingga tetangga kos.

"Terkait beredarnya surat yang diduga ditulis oleh korban dimana dirinya sempat menjadi korban pelecehan salah satu oknum dosen pria di Unima masih akan didalami dulu oleh penyidik dan kita tunggu perkembangannya," ujar Kasi Humas Polres Tomohon, Iptu Musalino Pattah.

Jenazah korban telah dievakuasi dan ditangani sesuai prosedur yang berlaku.

Hingga kini, polisi belum menyimpulkan penyebab pasti yang melatarbelakangi keputusan korban mengakhiri hidupnya.

Desakan Publik agar Kampus Bertindak

Kasus ini dengan cepat viral di media sosial dan memicu reaksi keras publik.

Banyak warganet mendesak pihak kampus untuk segera mengusut tuntas dugaan pelecehan tersebut secara transparan.

Sorotan publik juga mengarah pada informasi bahwa korban disebut-sebut sempat melaporkan dugaan pelecehan ini kepada dosen pembimbing akademiknya, namun laporan tersebut tidak mendapatkan respons serius.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Universitas Negeri Manado terkait dugaan pelecehan maupun langkah institusional yang akan diambil.

Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi berlebihan serta tetap menghormati privasi keluarga korban.

Proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#dugaan pelecehan #viral #Unima