SOLOBALAPAN.COM – Kawasan Monas, Jakarta Pusat, berubah menjadi lautan massa pada Selasa (30/12/2025).
Ribuan buruh dari berbagai pusat industri seperti Bekasi, Karawang, Purwakarta, hingga Subang mengepung pusat ibu kota untuk menyuarakan protes keras terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, memimpin langsung aksi ini dengan membawa dua tuntutan utama, yang pertama adalah pengembalian Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) dan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinan KDM.
Poin Utama Tuntutan Buruh
Baca Juga: Lebih Cepat dari Solo! Inilah 5 Kota di Indonesia yang Rayakan Tahun Baru Duluan
1. Pelanggaran PP Nomor 49 Tahun 2025
Said Iqbal menuding KDM telah melangkahi wewenang Presiden Prabowo Subianto dengan mengubah besaran UMSK yang telah direkomendasikan oleh Bupati dan Wali Kota di 19 wilayah Jawa Barat.
Berdasarkan PP Nomor 49 Tahun 2025, Gubernur tidak memiliki wewenang mengubah UMSK yang diusulkan daerah, hanya UMK yang bisa dipertimbangkan untuk diubah.
KDM disebut sempat berjanji pada 17 September untuk tidak mengubah rekomendasi upah, namun realitanya justru berbeda.
2. Sindiran "Pencitraan" Sosmed & Ambisi RI-1
Buruh menyoroti gaya KDM yang dianggap lebih fokus pada konten media sosial ketimbang substansi kebijakan.
Said Iqbal meminta KDM belajar dari kegagalan Gubernur sebelumnya Ridwan Kamil yang dianggap hanya menggunakan medsos untuk citra pribadi tanpa melayani buruh.
Selain itu, Iqbal menyindir apakah kebijakan "nakal" ini berkaitan dengan hasil survei KDM yang mulai naik sebagai calon presiden.
Respons Istana dan Ancaman Aksi Susulan
Perjuangan buruh di Monas membuahkan hasil dengan diterimanya perwakilan mereka oleh pihak Istana.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Afriansyah Noor (Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI) dan Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg).
Meski sudah diterima, buruh mengancam tidak akan berhenti sampai tuntutan mereka dipenuhi.
"Bilamana Pemerintah Pusat tidak mau meminta KDM mengembalikan UMSK, maka aksi akan berlanjut. Habis lebaran, aksi lagi sampai KDM patuh pada aturan," tegas Said Iqbal. (dam)
Editor : Damianus Bram