Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Terganjal Regulasi di Negeri Sendiri, Bobibos Justru Siap Edar dan Didukung Pemerintah Timor Leste Usai Teken MoU

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 30 Desember 2025 | 02:59 WIB

BBM nabati Bobibos menjadi alternatif pengganti BBM produk Pertamina yang dapat diandalkan di masa mendatang.
BBM nabati Bobibos menjadi alternatif pengganti BBM produk Pertamina yang dapat diandalkan di masa mendatang.

SOLOBALAPAN.COM – Inovasi bahan bakar nabati (bioenergi) karya anak bangsa, Bobibos, siap melebarkan sayap ke pasar internasional.

Ironisnya, produk energi terbarukan berbahan dasar jerami ini justru akan diproduksi massal di Timor Leste, bukan di Indonesia.

Langkah ini diambil PT Inti Sinergi Formula selaku pengembang Bobibos setelah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah Timor Leste.

Sementara di Indonesia, pengembangan produk ini masih terhambat oleh belum adanya payung hukum yang mengakui jerami sebagai sumber bioenergi resmi.

Dapat Lahan 25.000 Hektare & Fasilitas Pabrik

Pembina Bobibos, Mulyadi, mengungkapkan bahwa pemerintah Timor Leste tidak main-main dalam menyambut inovasi ini.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Biayai Riset BBM Bobibos dari Jerami Pakai Uang Pribadi, Targetkan 1,5 Juta Liter per 500 Hektar Sawah

Dalam kunjungan resmi manajemen Bobibos yang diterima pemerintah dan Kamar Dagang setempat, sejumlah kesepakatan strategis telah diteken.

Fasilitas "mewah" yang dijanjikan Timor Leste antara lain:

“Produksi perdana direncanakan akan diresmikan langsung oleh Perdana Menteri Timor Leste dan dihadiri Presiden Timor Leste. Ini menjadi bukti keseriusan mereka,” ujar Mulyadi, Sabtu (27/12/2025).

Alasan 'Kabur' ke Tetangga: Belum Ada Kepastian Hukum RI

Mulyadi, yang juga politisi Partai Gerindra, menjelaskan bahwa keputusan ekspansi ke luar negeri bukan berarti mengabaikan Indonesia.

Hal ini terpaksa dilakukan karena ketidakpastian regulasi di Tanah Air.

Hingga kini, jerami belum masuk dalam skema transisi energi nasional sebagai sumber bioenergi yang sah.

“Pengembangan energi... harus memiliki kepastian hukum. Karena jerami belum diatur, kami memilih tidak melakukan produksi massal dan distribusi luas di Indonesia,” tegasnya.

Di Indonesia, Bobibos saat ini hanya menjalankan proyek percontohan terbatas berbasis komunitas dan relawan, tanpa izin edar komersial.

Mengenal Bobibos: Limbah Jadi BBM RON 98

Bobibos pertama kali diperkenalkan pada November 2025 di Jonggol, Jawa Barat.

Dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin, bahan bakar ini diklaim memiliki spesifikasi tinggi:

Mulyadi juga menepis isu bahwa teknologi ini adalah penipuan ala Blue Energy.

Baca Juga: BOBIBOS, Bahan Bakar Baru dari Jerami Setara RON 98, Penemunya Terinspirasi dari Ayat Alquran

Ia menegaskan bahwa teknologi Bobibos dapat diuji secara ilmiah dan telah memiliki paten, namun detail mesin dirahasiakan demi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Tanggapan Pemerintah: Wajib Uji Teknis Ketat

Di sisi lain, pemerintah Indonesia melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) mengingatkan bahwa setiap inovasi bahan bakar harus melalui prosedur ketat demi keamanan publik.

Plt Kepala Lemigas, Noor Arifin Muhammad, menegaskan tahapan yang wajib dilalui meliputi:

  1. Uji Laboratorium.

  2. Uji Engine Test Bench.

  3. Uji Jalan (Road Test).

  4. Izin Usaha Niaga.

"Terkait pemenuhan regulasi dan pengusahaan, badan usaha tersebut wajib memiliki izin usaha," tegas Noor Arifin. (did)

Perbandingan Nasib Bobibos: RI vs Timor Leste

Aspek Indonesia Timor Leste
Status Regulasi Jerami belum diatur sebagai bioenergi resmi Pemerintah janji susun regulasi khusus
Fasilitas Proyek percontohan mandiri/komunitas Lahan 25.000 Ha & Pabrik 3 Ha
Dukungan Negara Menunggu uji teknis Lemigas Didukung Presiden & PM
Status Produksi Terbatas (Internal)

Persiapan Produksi Massal

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#timor leste #regulasi #Bobibos #pemerintah