Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Panglima TNI Siap Tindak Tegas! Jenderal Agus Subiyanto Ingatkan Kelompok Provokator Pengibar Bendera GAM di Aceh: "Jangan Ganggu Pemulihan Bencana"

Damianus Bram • Selasa, 30 Desember 2025 | 00:59 WIB
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

SOLOBALAPAN.COM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan peringatan keras terhadap pihak-pihak yang mencoba melakukan provokasi di tengah upaya penanggulangan bencana alam di Aceh.

Hal ini merespons peristiwa pengibaran bendera Bulan Bintang yang identik dengan simbol Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 25 Desember 2025 lalu.

Agus menegaskan bahwa fokus utama seluruh elemen negara saat ini adalah mempercepat pemulihan warga terdampak bencana, sehingga gangguan keamanan dalam bentuk apa pun akan ditindak secara terukur sesuai hukum yang berlaku.

Soroti Hoaks yang Mendiskreditkan TNI

Baca Juga: Nilai TKA Anjlok, Profesor UNS: Masalah Ada pada Guru dan Sistem Pendidikan

Kapuspen TNI, Mayjen TNI Freddy Ardianzah, menyayangkan beredarnya konten video dengan narasi tidak benar yang viral di media sosial.

Ia menilai ada upaya sistematis untuk menyesatkan publik dan mendiskreditkan institusi TNI pasca-kejadian tersebut.

”TNI menyayangkan beredarnya video yang memuat narasi tidak benar. Informasi tersebut tidak sesuai fakta di lapangan dan berpotensi menyesatkan publik. Kami melarang pengibaran simbol yang identik dengan gerakan separatis sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Mayjen Freddy, dikutip dari JawaPos.com, Senin (29/12/2025).

Kronologi Kejadian: Konvoi hingga Penemuan Senjata Api

Baca Juga: Aturan Bansos 2026, BLT Kesra Rp900 Ribu Disetop, KPM Masih Bisa Terima PKH dan BPNT Jika Penuhi Syarat Ini

Berdasarkan data dari Mabes TNI, peristiwa bermula di Lhokseumawe pada Kamis pagi (25/12/2025) dan berlanjut hingga Jumat dini hari (26/12/2025).

Saat itu, sekelompok orang melakukan konvoi dan demonstrasi sambil mengibarkan bendera Bulan Bintang yang identik dengan simbol atau bendera GAM.

Tidak berhenti sampai di situ, beberapa pihak di antara massa yang menggelar aksi meneriakan kata-kata yang dinilai berpotensi memancing reaksi publik dan mengganggu ketertiban umum. Mengingat sampai hari ini upaya pemulihan pasca bencana di Aceh masih berlangsung.

”Setelah menerima laporan, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Infanteri Ali Imran segera berkoordinasi dengan Polres Lhokseumawe dan bersama personel Korem 011/Lilawangsa serta Kodim 0103/Aceh Utara mendatangi lokasi. Aparat TNI-Polri mengutamakan langkah persuasif,” jelas Mayjen Freddy Ardianzah.

Freddy menyampaikan bahwa langkah pertama yang dilakukan oleh petugas adalah mengimbau agar massa menghentikan aksi dan bendera yang mereka bahwa diserahkan kepada petugas.

Namun, imbauan tersebut diabaikan. Sehingga petugas mengambil langkah lanjutan dengan membubarkan massa secara terukur.

”Dalam proses tersebut terjadi adu mulut, dan saat pemeriksaan terhadap salah satu orang dalam kelompok ditemukan 1 pucuk senjata api jenis Colt M1911 beserta amunisi, magazen, dan senjata tajam. Yang bersangkutan kemudian diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum,” terang dia. 

Kondisi Terkini: Kesepakatan Damai

Meskipun sempat terjadi ketegangan dan adu mulut, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi demo tersebut akhirnya menyatakan bahwa kejadian itu merupakan kesalahpahaman dan telah sepakat berdamai dengan aparat.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kembali mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas.

”TNI, kementerian, lembaga, dan masyarakat sedang bekerja keras membantu pemulihan bencana. Saya harapkan tidak ada kelompok yang mengganggu proses tersebut. Saya akan tindak tegas kalau ada provokasi seperti itu,” pungkas Jenderal Agus pada Senin (29/12/2025). (dam)

Editor : Damianus Bram
#Jenderal TNI Agus Subiyanto #Panglima TNI #aceh #bendera gam