Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Gerindra Setuju Pilkada Lewat DPRD! Anggaran Bengkak Jadi Rp37 Triliun, Sekjen Sugiono: "Lebih Baik untuk Kesejahteraan Rakyat"

Damianus Bram • Senin, 29 Desember 2025 | 20:40 WIB
Ilustrasi Kepala Daerah.
Ilustrasi Kepala Daerah.

SOLOBALAPAN.COM – Partai Gerindra secara resmi menyatakan dukungannya terhadap usulan perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah.

Partai besutan Prabowo Subianto ini mengusulkan agar Gubernur, Bupati, hingga Wali Kota tidak lagi dipilih secara langsung oleh rakyat, melainkan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Alasan utama di balik dukungan ini adalah efisiensi anggaran negara yang dinilai sudah mencapai angka yang sangat fantastis dan "mahal".

Soroti Lonjakan Anggaran: Dari Rp7 T ke Rp37 T

Baca Juga: GURU FILSAFAT ASAL SOLO BERPULANG: Profil Romo Mudji Sutrisno: Mantan Anggota KPU yang Pilih Mundur Demi Dunia Akademik, Sosok Langka Penuh Integritas

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Sugiono, membeberkan fakta mengenai pembengkakan biaya penyelenggaraan Pilkada dari tahun ke tahun yang bersumber dari hibah APBD.

Pada tahun 2015 anggaran Pilkada tercatat di angka hampir Rp7 triliun. Kemudian di tahun 2024 anggaran melonjak drastis menjadi lebih dari Rp37 triliun.

“Itu merupakan jumlah yang bisa digunakan untuk hal-hal lain yang sifatnya lebih produktif, seperti peningkatan kesejahteraan dan ekonomi rakyat. Saya kira ini adalah sesuatu yang perlu kita pertimbangkan,” ujar Sugiono dalam keterangannya, dikutip dari JawaPos.com, Senin (29/12/2025).

Evaluasi Ongkos Politik Calon Kepala Daerah

Baca Juga: INSANUL FAHMI BUKA SUARA! Sebut Video CCTV dengan Inara Rusli Banyak Diedit Pakai AI, Diduga Disebarkan Orang Terdekat

Selain anggaran negara, Gerindra juga menyoroti beban finansial yang harus ditanggung oleh kandidat.

Sugiono menilai biaya kampanye saat ini sudah masuk kategori prohibitif (sangat mahal).

Hal ini dianggap menghambat figur potensial yang memiliki kapasitas dan integritas namun terbatas secara modal.

Mekanisme lewat DPRD diyakini dapat menjadi solusi agar putra-putri terbaik bangsa bisa maju mengabdi tanpa harus terhalang oleh biaya kampanye yang luar biasa besar.

Bantah Kurangi Nilai Demokrasi

Sugiono menepis kekhawatiran publik bahwa Pilkada lewat DPRD akan mematikan demokrasi. Ia memaparkan beberapa poin penguatan:

Harapkan Pembahasan Terbuka

Meski secara prinsip mendukung, Partai Gerindra mendorong agar wacana ini dibahas secara transparan dengan melibatkan seluruh elemen bangsa.

Sugiono menekankan agar aspirasi masyarakat tetap memiliki ruang pengawalan yang kuat.

“Jangan sampai kemudian ini berkembang menjadi sesuatu yang sifatnya tertutup,” pungkasnya. (dam)

Editor : Damianus Bram
#pemilihan kepala daerah #gerindra #pilkada lewat dprd #anggaran