SOLOBALAPAN.COM – Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya di bidang filsafat dan kebudayaan.
Prof. Fransiskus Xaverius Mudji Sutrisno SJ, atau yang akrab disapa Romo Mudji, mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit St. Carolus, Jakarta, pada Minggu (28/12/2025) pukul 20.43 WIB.
Lahir di Solo pada 12 Agustus 1954, Romo Mudji Sutrisno SJ dikenal sebagai intelektual Katolik yang mampu menembus sekat-sekat perbedaan agama, etnis, dan pemikiran melalui pendekatan seni dan kemanusiaan.
Profil dan Jejak Intelektual
Akar budaya Jawa yang kental dari tanah kelahirannya, Solo, membentuk sensitivitas Romo Mudji dalam memandang keberagaman. Berikut adalah perjalanan karier dan pendidikannya:
Pendidikan: Romo Mudji menyandang gelar profesor dan menempuh pendidikan magister filsafat di Universitas Gregoriana, Italia.
Akademisi: Mendedikasikan sebagian besar hidupnya sebagai dosen di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta, dan aktif mengajar mahasiswa lintas disiplin.
Pengalaman Publik: Pernah menjabat sebagai Anggota KPU periode 2001–2003. Beliau mundur dari jabatan tersebut demi kembali fokus pada dunia pendidikan, membuktikan integritasnya yang lebih memilih nalar akademik daripada kursi kekuasaan.
Karya: Penulis produktif yang artikel dan bukunya mencakup tema estetika, filsafat seni, spiritualitas, hingga kritik sosial yang tajam namun santun.
Sosok Pemersatu di Tengah Pluralisme
Bagi Romo Mudji, agama seharusnya menjadi sumber perdamaian, bukan perpecahan. Beliau adalah sosok yang gigih merawat pluralisme dengan praktik nyata:
Dialog Lintas Iman: Beliau diterima luas di luar komunitas Katolik karena kemampuannya mendengar dan memahami perbedaan.
Prinsip Demokrasi: Menekankan bahwa demokrasi adalah praktik moral yang membutuhkan kejujuran dan keberpihakan pada kaum marginal (yang lemah).
Warisan Pemikiran: Beliau mewariskan cara berpikir yang kritis tanpa sinis, religius tanpa eksklusif, dan rasional tanpa kehilangan rasa.
Rangkaian Penghormatan Terakhir
Bagi rekan, murid, dan kolega yang ingin memberikan penghormatan terakhir, berikut adalah jadwal prosesi persemayaman beliau:
| Agenda | Waktu | Lokasi |
| Misa Requiem | Senin (29/12) & Selasa (30/12) - 19.00 WIB | Kapel Kolese Kanisius, Jakarta |
| Pemberangkatan Jenazah | Selasa (30/12) - 21.00 WIB | Menuju Girisonta, Semarang |
| Misa Pemakaman | Rabu (31/12) - 10.00 WIB | Gereja Paroki Girisonta |
| Pemakaman | Rabu (31/12) - Setelah Misa | Taman Maria Ratu Damai, Girisonta |
Editor : Damianus Bram