Siapa Malik Jok? Pria Afrika yang Rela Terbang ke Luwu Demi Persunting Alifah, Netizen Salfok Postur dan Malam Pertama
Didi Agung Eko Purnomo• Selasa, 23 Desember 2025 | 04:55 WIB
Pria Afrika Rela Terbang ke Luwu Demi Persunting gadis bernama Alifah.
SOLOBALAPAN.COM – Pepatah "Jodoh tak lari ke mana" benar-benar terbukti di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Jarak ribuan kilometer antara Benua Afrika dan Indonesia tak mampu membendung kisah cinta Alifah Walidan dan Malik Jok.
Pernikahan gadis asal Dusun Salumakarra, Kelurahan Noling, Kecamatan Ponrang ini dengan pria asal Sudan, Afrika, mendadak viral di media sosial setelah digelar pada Sabtu (20/12/2025).
Berawal dari Facebook, Terbang Jauh Demi Cinta
Kisah cinta mereka bermula dari dunia maya. Alifah dan Malik diketahui berkenalan melalui media sosial Facebook.
Intensitas komunikasi yang terjalin lewat Messenger membuat benih-benih cinta tumbuh di antara keduanya.
Tak sekadar kata-kata manis di layar ponsel, Malik Jok membuktikan keseriusannya.
Ia rela menempuh perjalanan jauh dari Sudan melintasi benua demi melamar dan menikahi pujaan hatinya di tanah Luwu.
Momen sakral penyatuan dua budaya ini diabadikan oleh kerabat dan tetangga, salah satunya akun Facebook Nasdiani Tanro, yang memberikan ucapan menyentuh.
“Dua insan dari dua negeri Sudan Afrika dan Luwu... kini dipertemukan oleh takdir dalam ikatan suci pernikahan...
Bukti Cinta bukan tentang fisik, tapi tentang kesetiaan yang dijaga karena Allah,” tulis Nasdiani dalam unggahannya.
Postur Tubuh Jadi Sorotan, Netizen Ributkan 'Malam Pertama'
Viralnya pernikahan ini tak lepas dari komentar-komentar "nyeleneh" warganet +62.
Foto-foto pernikahan yang beredar memperlihatkan kontras fisik yang mencolok antara kedua mempelai.
Malik Jok tampil gagah dengan postur tubuh yang tinggi besar khas pria Afrika, bersanding dengan Alifah yang memiliki postur mungil khas wanita Indonesia.
Perbedaan fisik inilah yang memicu imajinasi liar dan komentar jenaka netizen, khususnya membahas soal malam pertama.
Banyak warganet yang salah fokus dan membanjiri kolom komentar dengan pembahasan tersebut, alih-alih sekadar memberi ucapan selamat.
“Setiap lewat di berandaku, aku hanya mampir baca komen-komen orang, dan 90% orang bahas masalah malam pertamanya wkwkwk. Ada apa dengan malam pertamanya hahha,” tulis akun bernama Zhal mengomentari fenomena komentar netizen tersebut.
Terlepas dari komentar miring maupun jenaka dari warganet, pernikahan Alifah dan Malik menjadi bukti bahwa kekuatan cinta mampu menyatukan perbedaan budaya, bahasa, dan jarak yang membentang. (did)