SOLOBALAPAN.COM - Kasus tewasnya Muhammad Axle Herman Miller (MAHM), putra politisi PKS Kota Cilegon Maman Suherman, terus menyisakan tanda tanya besar.
Peristiwa yang semula disebut sebagai perampokan itu kini mengarah pada dugaan kuat pembunuhan, setelah polisi memastikan tidak ada satu pun barang berharga yang hilang dari lokasi kejadian.
Axle, bocah 9 tahun yang duduk di bangku kelas 4 SD, ditemukan bersimbah darah di kamar rumahnya di Komplek Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Ciwaduk, Cilegon, Banten, pada Selasa (16/12/2025).
Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.
Awal Kejadian: Dikira Perampokan
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui ketika Maman Suherman menerima telepon panik dari anak keduanya yang menyebut adanya perampokan di rumah.
Maman pun segera pulang dan mendapati Axle sudah tergeletak lemas dengan luka parah.
Seiring berjalannya penyelidikan, polisi mulai menemukan sejumlah kejanggalan yang membuat dugaan perampokan perlahan dipatahkan.
Bercak Darah Menyebar di Dalam Rumah
Penyidik Polres Cilegon yang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) menemukan kondisi rumah yang tidak lazim untuk kasus pencurian.
"Kita menemukan beberapa bercak darah di lokasi. Rumah dua tingkat. Jadi darah itu sudah menyebar ke mana-mana," ungkap AKP Yoga Tama seperti dilansir dari tayangan Kompas TV, Kamis (18/12/2025).
Hasil pemeriksaan terhadap tubuh korban juga mengungkap kekerasan ekstrem.
"(Ada) 19 luka tusukan atau kekerasan benda tajam dan tiga luka memar dari kekerasan benda tumpul," ujar AKP Yoga Tama.
Polisi Tegaskan Tak Ada Barang Hilang
Fakta paling mencolok yang menguatkan dugaan pembunuhan adalah tidak adanya barang berharga yang raib dari rumah keluarga Maman Suherman.
“Untuk barang-barang berharga, sampai saat ini belum ditemukan adanya barang yang hilang," imbuh AKP Sigit Dermawan dikutip dari Kompas.com.
Pernyataan tersebut diperkuat Kapolsek Cilegon.
"Tidak ada barang yang hilang. Handphone ada lima di atas, tidak ada yang diapa-apakan," ungkap Kompol Firman Hamid.
Temuan ini membuat polisi menyimpulkan bahwa pelaku tidak memiliki motif ekonomi.
Dugaan Resmi Mengarah ke Pembunuhan
Dengan berbagai temuan di lapangan, polisi memastikan kasus ini bukan perampokan biasa.
"Dugaan sementara untuk kasus ini itu dugaan pembunuhan dapat dilihat dari keadaan korban di rumah sakit," kata AKP Yoga Tama.
"Polres Cilegon sudah membuat LP yang mencantumkan dugaan kasus pembunuhan. Jadi bukan perampokan," sambungnya.
Hingga kini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dari lingkungan terdekat korban.
"Kita sudah periksa tujuh orang saksi sejauh ini," ujar AKP Sigit.
“Tujuh orang itu terdiri dari saudara, kerabat korban, serta pembantu yang bekerja di rumah korban,” jelasnya.
Senjata Tajam Belum Ditemukan, CCTV Rusak
Kendala lain dalam penyelidikan adalah belum ditemukannya alat yang digunakan pelaku.
"Untuk benda-benda tersebut belum ada, itu masih dicari, belum ditemukan," kata AKP Sigit Dermawan.
Selain itu, kamera pengawas di rumah korban diketahui tidak berfungsi saat kejadian.
“CCTV itu memang sudah rusak sejak tiga bulan lalu,” kata Kompol Firman Hamid.
“CCTV ini tidak pakai penyimpanan, tapi langsung terkoneksi ke handphone. Karena handphone sempat rusak, CCTV sempat diperbaiki lagi,” jelasnya.
Seluruh kamera di dalam dan luar rumah dipastikan tidak merekam apa pun karena sistemnya bermasalah.
Polisi Klaim Sudah Kantongi Arah Pelaku
Meski belum menetapkan tersangka, polisi menyebut penyelidikan mulai menemukan titik terang.
"Untuk materi kita bisa mengungkap ini, dugaan sudah mengarah ke mana (sosok terduga pelaku), kita sudah merunutkan titik terangnya di mana," ungkap AKP Yoga Tama.
Di sisi lain, publik di media sosial ramai menyoroti kemungkinan keterlibatan orang dekat korban, termasuk keberadaan asisten rumah tangga dan petugas keamanan yang disebut-sebut tidak berada di lokasi saat kejadian.
Duka dan Doa dari PKS
Axle diketahui merupakan murid SD Al Azhar 40 Kota Cilegon dan dikenal sebagai anak yang baik serta taat beribadah. Ucapan belasungkawa datang dari internal Partai Keadilan Sejahtera.
“Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan dan ketabahan bagi keluarga Pak Haji Maman. Kejadian ini mengingatkan kita semua untuk selalu menyiapkan hari esok yang lebih baik dan mengambil hikmah positif dari setiap cobaan,” ujar Ketua DPW PKS Banten, Najib Hamas, Kamis, (18/12/2025).
Hingga kini, polisi masih mendalami motif dan menunggu hasil visum resmi forensik.
Fakta bahwa tak ada barang hilang di rumah politisi PKS Maman Suherman menjadi kunci penting yang mengubah arah penyelidikan dari dugaan perampokan ke kasus pembunuhan yang terencana. (lz)
Editor : Laila Zakiya