Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Bocah 9 Tahun Ditemukan Tewas dengan 22 Luka di Dalam Rumah Mewah, Ternyata Anak Maman Suherman Petinggi PKS Cilegon

Laila Zakiya • Rabu, 17 Desember 2025 | 23:32 WIB

 

Ilustrasi jenazah.
Ilustrasi jenazah.

SOLOBALAPAN.COM - Kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang bocah berusia 9 tahun di Kota Cilegon, Banten, menggemparkan publik.

Korban ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumah mewah milik keluarganya di Kompleks Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, pada Selasa siang, 16 Desember 2025.

Belakangan terungkap, korban merupakan putra dari Haji Maman Suherman, pengusaha sekaligus Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Cilegon.

Fakta ini membuat kasus tersebut semakin menjadi sorotan luas.

Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Mewah

Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB.

Saat kejadian, korban berada di dalam rumah bersama kakaknya, sementara kedua orang tuanya tengah bekerja. Sang ayah diketahui berada di wilayah Ciwandan.

Korban yang masih duduk di bangku SD kelas IV itu ditemukan dalam kondisi tengkurap dengan pendarahan hebat.

Setelah menerima telepon panik dari anak keduanya yang meminta pertolongan, Haji Maman Suherman langsung pulang ke rumah.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

Polisi Temukan 22 Luka di Tubuh Korban

Hasil pemeriksaan awal kepolisian mengungkap fakta mengerikan. Polisi menyebut terdapat puluhan luka di tubuh bocah malang tersebut.

"Jadi untuk pengamatan luar itu, ada luka sebanyak 22. 22 terdiri dari 19 luka kekerasan benda tajam, nah tapi enggak tahu nih apakah dia menggunakan pisau atau apa kita belum tahu karena barang bukti tidak ada kan," kata Sigit saat dihubungi, Rabu (17/12/2025).

Selain luka akibat senjata tajam, polisi juga menemukan luka lain yang diduga disebabkan benda tumpul.

"Visum kan belum keluar nih, kita tidak bisa ini," ucapnya.

Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil visum resmi dari tim kedokteran untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Dugaan Perampokan Masih Didalami

Awalnya, peristiwa ini diduga berkaitan dengan aksi perampokan.

Namun, polisi belum bisa menyimpulkan motif tersebut secara pasti. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan barang yang hilang.

"Kita masih mendalami nih, setelah ini sudah olah tkp tidak ada barang barang yang hilang. Kita masih menunggu, kita cek dulu sama keluarga korban, karena pada saat ditanya nih, kan masih duka," kata Sigit.

Ia menegaskan bahwa motif pembunuhan masih dalam tahap penyelidikan.

"Cuman untuk ininya belum ya motifnya belum ya apakah perampokan atau apa masih belum ya, masih kita mendalami," jelasnya.

CCTV Rumah Rusak, Polisi Telusuri Rekaman Tetangga

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi menghadapi kendala karena kamera pengawas di rumah korban tidak berfungsi.

"Iya kita akan mencari CCTV ya, kemarin tuh menurut informasi, 2 minggu itu CCTV rusak," beber AKP Sigit Dermawan.

Sebagai langkah lanjutan, kepolisian kini mengumpulkan rekaman CCTV dari rumah-rumah sekitar untuk mencari petunjuk tambahan.

"Menurut informasi, 2 minggu CCTV rusak," ujarnya.

Sosok Ayah Korban dan Suasana Pemakaman

Korban diketahui bernama MAHM alias E, putra dari Haji Maman Suherman.

Pemakamannya digelar pada Rabu (17/12/2025) dan dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Wakil Bupati Serang, Najib Hamas.

Najib menggambarkan sosok ayah korban sebagai figur yang dikenal luas di Cilegon.

"Haji Maman ini orang baik, pengusaha, dan punya kepedulian sosial yang tinggi. Banyak pemuda di Kota Cilegon yang direkrut menjadi karyawan di proyek-proyek beliau," ujar Najib.

Ia juga menyoroti kondisi korban yang masih sangat belia.

"Korban masih anak-anak, berusia 9 tahun, berada di rumah bersama kakaknya dan tidak melakukan perlawanan. Ini sangat memprihatinkan," ujarnya.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa sedikitnya tujuh saksi dari pihak keluarga dan warga sekitar. Penyelidikan dilakukan oleh Polres Cilegon bersama Subdit Resmob Ditkrimum Polda Banten.

"Sedang dan masih proses tahap penyelidikan oleh pihak penyelidik Satreskrim Polres Cilegon bersama Subdit Resmob Ditkrimum Polda Banten," ucap Arief. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#cilegon #dugaan pembunuhan #pejabat #rumah mewah #pks