Siapa Naveed dan Sajid Akram? Ayah-Anak Pelaku Teror Sydney: Si Bapak Punya Izin Senjata, Sang Anak Masuk Radar ISIS
Didi Agung Eko Purnomo• Rabu, 17 Desember 2025 | 00:13 WIB
Naveed dan Sajid Akram pelaku penembakan di Australia.
SOLOBALAPAN.COM – Identitas pelaku di balik serangan teror berdarah yang menargetkan komunitas Yahudi di Sydney, Australia, akhirnya terungkap.
Mengejutkan, pelaku adalah pasangan ayah dan anak, yakni Sajid Akram (50) dan putranya, Naveed Akram (24).
Tragedi yang menewaskan sedikitnya 16 orang ini menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar.
Pasalnya, sebelum melancarkan aksinya, keduanya berpamitan kepada keluarga dengan alasan hendak pergi memancing dan berenang di Pantai Selatan.
Berikut adalah fakta-fakta mencengangkan mengenai profil kedua pelaku:
1. Pamit Mancing, Pulang Jadi Mayat dan Tersangka
Ibu pelaku, Verena, mengaku sangat syok. Ia mengungkapkan bahwa suami dan anaknya pamit pergi ke Jervis Bay untuk berakhir pekan.
Naveed bahkan sempat menelepon ibunya beberapa jam sebelum kejadian.
"Dia menelepon saya dan berkata, 'Bu, saya baru saja berenang... Kami akan makan sekarang'. Siapa pun pasti ingin memiliki anak laki-laki seperti anak saya… dia anak yang baik," ungkap Verena yang tidak menyangka putranya terlibat aksi ekstremis.
Nasib keduanya berakhir tragis di lokasi kejadian. Sang ayah, Sajid Akram, tewas ditembak polisi di tempat.
Sementara Naveed Akram kini dalam kondisi kritis namun stabil di rumah sakit dan berada di bawah pengawasan ketat aparat.
2. Naveed Akram: Tukang Batu 'Pendiam' yang Masuk Radar ISIS
Naveed diketahui bekerja sebagai tukang batu.
Mantan majikannya menggambarkan Naveed sebagai pekerja keras namun sosok yang sangat tertutup (loner).
Minta Pesangon: Dua bulan sebelum kejadian, Naveed berhenti bekerja dengan alasan cedera pergelangan tangan akibat tinju.
Ia meminta seluruh hak gajinya dibayarkan segera. "Dia mendapatkan semua uangnya, akan dia belanjakan untuk apa?" ujar sang mantan majikan curiga.
Hobi Berburu: Rekan kerjanya menyebut Naveed hobi berburu kelinci dan hewan liar. Sebuah kartu keanggotaan klub berburu ditemukan di dompetnya.
Radar Intelijen: Fakta paling mengerikan, Perdana Menteri Anthony Albanese mengonfirmasi bahwa Naveed pernah masuk radar Organisasi Intelijen Keamanan Australia (ASIO) pada 2019.
Ia sempat diperiksa selama enam bulan terkait dugaan afiliasi dengan sel ISIS, meski saat itu belum dianggap ancaman nyata.
3. Sajid Akram: Pedagang Buah dengan Gudang Senjata
Sang ayah, Sajid Akram, dikenal sehari-hari sebagai pemilik toko buah. Ia datang ke Australia pada 1998 dan telah menjadi penduduk tetap.
Namun, di balik kesehariannya, Sajid ternyata memiliki izin kepemilikan senjata api (Kategori AB) yang sah selama satu dekade terakhir.
Polisi menemukan enam senjata api terdaftar atas namanya, di mana empat di antaranya (termasuk laras panjang) dibawa ke lokasi penembakan di Bondi, dan sisanya ditemukan saat penggerebekan rumah. (did)