SOLOBALAPAN.COM - Lama tak terdengar kabarnya usai divonis penjara seumur hidup, sosok Ferdy Sambo kembali mencuri perhatian publik.
Mantan Kadiv Propam Polri yang dikenal garang tersebut kini menampilkan sisi yang jauh berbeda di balik jeruji besi Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor.
Penampilannya kini terlihat lebih bersahaja dengan rambut yang mulai memutih.
Namun, perubahan terbesar bukan pada fisiknya, melainkan aktivitasnya.
Sambo kini aktif menjadi koordinator gereja di dalam lapas dan rutin memimpin ibadah bagi sesama warga binaan.
Pimpin Pujian 'Unchained: A New Creation'
Dalam rangka menyambut Natal 2025, Ferdy Sambo terekam aktif dalam kegiatan kerohanian bertajuk Praise and Worship dengan tema "Unchained: A New Creation".
Tak hanya duduk sebagai jemaat, suami Putri Candrawathi ini tampil di depan memberikan khotbah dan motivasi.
Ia mengajak rekan-rekan sesama tahanan untuk rajin beribadah dan menata kembali hidup.
Tema "Unchained" atau "Terlepas dari Rantai" dipilih sebagai simbol harapan bahwa setiap warga binaan, termasuk dirinya, memiliki kesempatan untuk melepaskan diri dari bayang-bayang kelam masa lalu dan memperbarui karakter demi masa depan.
Kalapas: Sambo Beri Harapan Baru
Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, mengapresiasi perubahan positif yang ditunjukkan Sambo.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar ritual, melainkan metode pembinaan mental dan spiritual yang efektif.
"Kegiatan ini bukan hanya sekadar ibadah, tetapi sebuah ruang pembinaan yang memberikan harapan baru bagi warga binaan," ujar Wisnu, Senin (15/12/2025).
Wisnu juga bangga menyebut bahwa Lapas Cibinong menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan pertama di Indonesia yang secara resmi mengintegrasikan program Praise and Worship dalam kurikulum pembinaan.
Kilas Balik: Dari Jenderal Bintang Dua ke Penjara Seumur Hidup
Transformasi religius Ferdy Sambo ini terjadi setelah ia menjalani hukuman atas kasus pembunuhan berencana terhadap ajudannya sendiri, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J) pada Juli 2022 silam.
Kasus yang awalnya direkayasa sebagai insiden "tembak-menembak" itu akhirnya terbukti sebagai eksekusi yang diotaki oleh Sambo sendiri.
Drama panjang persidangan berakhir dengan vonis seumur hidup yang kini memaksanya menghabiskan sisa usia di Lapas Cibinong.
Kini, Sang Jenderal tak lagi memegang tongkat komando kepolisian, melainkan memegang Alkitab untuk menenangkan batin di tengah masa hukuman yang tak berujung. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo