SOLOBALAPAN.COM - Kediaman pribadi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, baru-baru ini kedatangan tamu istimewa dari negeri jiran.
Anggota Parlemen Malaysia, Young Syefura Othman, menyempatkan diri untuk bersilaturahmi langsung dengan Kang Dedi.
Momen pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab tersebut viral di media sosial, memancing rasa penasaran publik mengenai agenda di balik kunjungan politisi muda Malaysia tersebut.
Misi Kunjungan: Studi Banding hingga Strategi Medsos
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @young.syefura, wanita kelahiran 1989 ini mengungkapkan bahwa kedatangannya bukan sekadar kunjungan biasa.
Ia menyebutnya sebagai "Kunjungan Hormat" bersama pejabat Parlemen Bentong.
Tujuan utamanya adalah untuk mempererat hubungan diplomasi antara Malaysia dan Indonesia, khususnya dengan Provinsi Jawa Barat, serta melakukan pertukaran ide dan gagasan.
"Pelbagai perkara dibincangkan bersama sepanjang pertemuan ini, baik hal pentadbiran, pengurusan sosial media serta gerak kerja politik yang boleh dipelajari dan dimanfaatkan," tulis Young Syefura.
Jika diterjemahkan, fokus diskusi mereka mencakup tiga hal utama:
-
Tata Kelola Pemerintahan (Pentadbiran): Mempelajari gaya kepemimpinan administratif.
-
Manajemen Media Sosial: Mengingat Dedi Mulyadi dikenal sebagai tokoh yang sangat piawai memanfaatkan media sosial untuk komunikasi publik.
-
Gerak Kerja Politik: Strategi politik yang efektif untuk diterapkan di daerah pemilihannya.
Oleh-oleh Ilmu untuk Warga Bentong
Pertemuan tersebut dinilai Young Syefura memberikan banyak wawasan baru.
Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Dedi Mulyadi beserta jajaran yang telah menyambutnya dengan tangan terbuka.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang didapat dari Lembur Pakuan dapat diaplikasikan untuk kemajuan konstituennya di Bentong, Malaysia.
"Pertemuan ini sedikit sebanyak memberi motivasi dan pengalaman berharga kepada saya serta pegawai-pegawai saya dan diharap dapat dimanfaatkan untuk kebaikan warga Bentong Kita," tutupnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo