Spekulasi ini makin liar setelah istri sah Dito, Niena Kirana, kedapatan mengunggah ulang (repost) konten TikTok yang memperlihatkan Davina sedang nge-gym di fasilitas Kemenpora.
Meski Davina menanggapi santai dan siap menempuh jalur hukum jika fitnah berlanjut, sorotan publik terhadap Dito tak kunjung reda.
Lantas, siapa sebenarnya Dito Ariotedjo? Berikut profil lengkap dan rekam jejak kontroversinya.
Profil Singkat: Politisi Muda Kelahiran 1990
Lahir dengan nama lengkap Ario Bimo Nandito Ariotedjo pada 25 September 1990, Dito merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).
Ia lahir dari keluarga terpandang. Ayahnya, Arie Prabowo Ariotedjo, adalah mantan Direktur Utama PT Aneka Tambang (Antam) Tbk periode 2017-2019.
Ia merupakan seorang politisi muda dari Partai Golkar.
Karier politik Dito terbilang moncer di usia muda:
Bergabung dengan Partai Golkar pada 2016.
Menjadi Tim Ahli Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (2022).
Dilantik Presiden Jokowi sebagai Menpora pada 3 April 2023.
Dicopot oleh Presiden Prabowo pada September 2025 bersama sejumlah menteri lainnya.
Di luar politik, Dito juga dikenal sebagai pengusaha. Ia turut mendirikan Rans Sport bersama selebritas Raffi Ahmad dan CEO Prestige Motor, Rudy Salim.
Kontroversi Harta Kekayaan Rp 282 Miliar
Salah satu sorotan tajam dalam karier Dito adalah Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) miliknya.
Nilai kekayaannya yang fantastis mencapai Rp 282 miliar sempat dinilai tidak wajar oleh publik.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan turun tangan meminta klarifikasi.
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK saat itu, Pahala Nainggolan, mengungkap bahwa sebagian besar aset Dito diklaim sebagai "hadiah" dari mertua.
KPK kemudian mengoreksi istilah tersebut. Aset yang awalnya dilaporkan sebagai hadiah—yang berkonotasi gratifikasi bagi pejabat negara—akhirnya diganti statusnya menjadi "hibah tanpa akta".
Terseret Kasus Korupsi BTS 4G
Selain isu harta, nama Dito juga sempat disebut-sebut dalam persidangan kasus megakorupsi menara BTS 4G Bakti Kominfo.
Komisaris PT Solitech Media Sinergy, Irwan Hermawan, dalam kesaksiannya menyebut adanya aliran dana sebesar Rp 27 miliar yang mengarah ke Dito.
Tudingan ini dibantah keras oleh Dito, yang menegaskan bahwa dirinya bahkan tidak mengenal sosok Irwan Hermawan. (did)