SOLOBALAPAN.COM - Kabar mengejutkan datang dari Gedung Merah Putih. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Kali ini, sasaran lembaga antirasuah tersebut adalah Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya.
Penangkapan yang terjadi pada 10 Desember 2025 ini langsung menjadi sorotan nasional.
Pasalnya, Ardito belum genap setahun memimpin Lampung Tengah sebagai Bupati definitif sejak dilantik pada Februari 2025 lalu.
Publik kini bertanya-tanya, siapa sebenarnya sosok dokter yang banting setir menjadi politisi ini? Dan dari partai mana ia berasal?
Kronologi Penangkapan: Tertutup Topi dan Jaket
Operasi senyap ini bermula dari pemeriksaan saksi pada 9 Desember 2025.
Tim penyidik KPK kemudian bergerak cepat mengamankan lima orang, termasuk Ardito, di wilayah Lampung Tengah terkait dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab.
Ardito tiba di Gedung KPK, Jakarta, dengan tampilan yang sangat tertutup.
Ia mengenakan topi, jaket, dan membawa koper, menghindari sorotan kamera awak media.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya giat tersebut.
"Benar, ada giat di Lampung Tengah. Masih dalam pendalaman," ujarnya.
KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Ardito, yang rencananya akan diumumkan secara resmi pada 11 Desember 2025.
Profil Ardito Wijaya: Dokter Puskesmas Menuju Kursi Bupati
Sebelum terjerat kasus rasuah, Ardito Wijaya dikenal memiliki rekam jejak akademis dan profesional yang mentereng di bidang kesehatan.
Pria kelahiran Bandar Jaya, 23 Januari 1980 ini merupakan lulusan Kedokteran Universitas Trisakti (2008).
Ia juga baru saja menyelesaikan Magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Mitra Indonesia pada 2024.
Kariernya dimulai dari bawah sebagai dokter di Puskesmas Seputih Surabaya dan Puskesmas Rumbia (2010-2012).
Kepeduliannya pada kesehatan juga terlihat saat ia menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung Tengah periode 2015-2018.
Karier Politik: Putra Mantan Pejabat dan Kader PDI-P
Darah politik Ardito mengalir dari sang ayah, Ahmad Pairin, yang merupakan mantan pejabat berpengaruh di Lampung.
Karier politik Ardito melesat cepat:
-
2021-2025: Menjabat sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah mendampingi Musa Ahmad.
-
Pilkada 2024: Maju sebagai Calon Bupati yang diusung oleh PDI Perjuangan (PDI-P). Ia menang telak dengan perolehan suara 63 persen.
-
Februari 2025: Resmi dilantik sebagai Bupati Lampung Tengah.
Sayangnya, visi pemerintahannya yang menekankan pembangunan berkelanjutan kini terancam kandas akibat dugaan kasus suap proyek yang menjeratnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo