Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

TRAGEDI! Polisi Tetapkan Dirut Terra Drone MW Tersangka Kebakaran Maut yang Tewaskan 22 Korban Jiwa, Termasuk Ibu Hamil

Damianus Bram • Jumat, 12 Desember 2025 | 00:32 WIB
Sejumlah petugas gabungan mengevakuasi korban kebakaran ruko Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta, Selasa (09/12/2025).
Sejumlah petugas gabungan mengevakuasi korban kebakaran ruko Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta, Selasa (09/12/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Babak baru pengusutan tragedi kebakaran maut yang menewaskan 22 orang di gedung PT Terra Drone Indonesia, Kemayoran, Jakarta Pusat, akhirnya dimulai.

Polisi secara resmi menetapkan Direktur Utama (Dirut) Terra Drone berinisial MW sebagai tersangka.

Langkah tegas ini diambil menyusul serangkaian pemeriksaan intensif pasca-kebakaran hebat yang terjadi pada Selasa (9/12/2025) lalu.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, mengonfirmasi penetapan tersangka pimpinan perusahaan drone tersebut.

"Iya, kemarin (Dirut PT Terra Drone ditetapkan sebagai tersangka)," ujar Roby Saputra, dikutip dari JawaPos.com Kamis (11/12/2025).

Polisi menegaskan, penyelidikan kebakaran ini belum berhenti. Hingga kini, baru satu orang yang dimintai pertanggungjawaban pidana, namun pengembangan kasus masih terus berjalan.

Korban Jiwa dan Pemicu Baterai Litium

Peristiwa memilukan ini menelan total 22 korban jiwa, terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki, termasuk seorang ibu hamil.

Hasil identifikasi RS Polri memperkuat dugaan bahwa mayoritas korban tidak tewas karena luka bakar langsung, melainkan akibat kehabisan oksigen setelah menghirup asap pekat dan gas karbon monoksida.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombespol Susatyo Purnomo Condro, menjelaskan bahwa api bermula dari lantai dasar.

Diduga kuat, pemicunya adalah baterai litium yang terbakar, memicu asap tebal yang menyebar cepat hingga ke lantai 6.

"Ada baterai di lantai 1, itu yang terbakar," ungkap Susatyo di lokasi kejadian, Selasa (9/12/2025).

Polisi memastikan tidak akan pandang bulu, dan penyelidikan akan menyasar semua pihak terkait.

"Dari Polres Jakarta Pusat juga melakukan pemeriksaan kepada semua saksi-saksi, termasuk nanti pemilik usaha maupun pemilik gedung," tegas Kombes Susatyo.

Temuan Gubernur: Gedung Tak Layak dan Akses Evakuasi Buruk

Sorotan tajam mengenai dugaan pelanggaran standar keselamatan bangunan datang dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Ia secara blak-blakan menyebut adanya dugaan pelanggaran standar yang fatal.

Menurut Pramono, banyaknya korban jiwa dalam insiden ini bukan semata-mata karena api, melainkan karena gedung tersebut disinyalir dibangun tanpa mempedulikan aturan keselamatan (safety).

"Kalau saya lihat struktur dan sebagainya pasti mereka melanggar aturan. Karena apa? Tangganya kecil banget, dan itu yang menyebabkan beberapa orang yang gak bisa turun ke bawah," jelasnya.

Situasi makin runyam karena tidak adanya jalur penyelamatan yang memadai. Ketika api dari baterai litium meledak, asap langsung naik. Karyawan yang panik lari ke lantai atas, yang justru menjadi jalan buntu.

"Itulah yang menyebabkan kenapa kemudian yang meninggal cukup banyak," papar Pramono.

Ia menyayangkan ketidaksiapan manajemen gedung dalam menangani risiko penyimpanan barang berbahaya seperti baterai litium.

Walaupun alat pemadam tersedia, sistem penyelamatan nyawa manusia dinilai nol besar. (dam)

Editor : Damianus Bram
#dirut terra drone tersangka #Kebakaran Terra Drone #Gedung Terra Drone #jakarta